Teheran, LiputanIslam.com – Pemerintah Iran menyerukan kepada seluruh rakyat negara ini untuk berpartisipasi dalam pawai “Solidaritas Nasional dan Penghormatan terhadap Perdamaian dan Persahabatan” pada tanggal 12 Januari.
Teks pernyataan delegasi pemerintah Republik Islam Iran adalah sebagai berikut:
“Rakyat Iran yang terhormat, beberapa kekurangan dan masalah ekonomi telah menimbulkan kekhawatiran dan protes terhadap hak-hak sebagian rakyat, dan sebagaimana telah ditekankan oleh Pemimpin Besar, Presiden dan seluruh anggota pemerintah serta pejabat negara berkomitmen untuk mendengarkan kata-kata dan kritik dari para pengunjuk rasa dan kritikus serta berusaha untuk menyelesaikan masalah-masalah ini, dan mereka tidak akan menyia-nyiakan upaya apa pun dalam hal ini.
“Namun, sebagaimana rezim kriminal Zionis dan Amerika berulang kali menekankan upaya mereka untuk menciptakan kekacauan setelah beberapa waktu lalu melakukan agresi terhadap bangsa Iran, mereka mengeksploitasi suasana dan, dengan mengirimkan pasukan bayaran dan teroris mereka ke jalan-jalan di seluruh penjuru negeri, telah menyerang dan membunuh sejumlah besar orang, pasukan polisi dan Basij, serta para penjaga keamanan.
“Kita masih menyaksikan kelanjutan kejahatan rezim Zionis dan musuh terhadap negara kita. Pasukan bayaran dan teroris yang berafiliasi dengan rezim Zionis dan Amerika telah melakukan sabotase pada tingkat tertinggi dengan menyerang warisan budaya negara, tempat-tempat umum dan keagamaan, serta properti publik. Ini adalah sesuatu yang tidak disetujui oleh warga Iran, termasuk oposisi.
“Pemerintah Republik Islam Iran – sambil mengenang para martir rakyat dan keberanian mereka yang melindungi keamanan negara, dan menegaskan kembali hak untuk berunjuk rasa dan meningkatkan upaya untuk menyelesaikan masalah ekonomi dan memperbaiki situasi negara- mengundang seluruh rakyat Iran, termasuk pegawai pemerintah, untuk berpartisipasi dalam pawai dan rapat akbar pada hari Senin, 12 Januari 2026, dengan tema ‘Solidaritas Nasional dan Menghormati Perdamaian dan Persahabatan,’ sebagaimana yang telah mereka buktikan dalam perang 12 hari melawan rezim Zionis dan Amerika Serikat, untuk sekali lagi menunjukkan persatuan dan kekompakan nasional mereka kepada dunia dan menyatakan kemuakan mereka terhadap teroris, pasukan bayaran, dan agen musuh Zionis dan Amerika.”
Sebelum, rakyat Iran di berbagai kota dan daerah telah menggelar unjuk rasa akbar mengutuk demo rusuh.
Penangkapan Agen MOSSAD
Sementara itu, Kantor berita Iran, Tasnim, pada hari Minggu (11/1), melaporkan mengutip keterangan sebuah sumber di dinas intelijen Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC) di provinsi Khorasan Utara, bahwa “aparat intelijen IRGC menangkap dua mata-mata yang terkait dengan Mossad di provinsi tersebut.”
Sumber itu menyebutkan bahwa “kedua agen tersebut memimpin jaringan Mossad utama yang berperan dalam mengorganisir kerusuhan dan kekerasan yang meluas.”
Sumber tersebut menambahkan bahwa “peralatan komunikasi dan spionase, senjata, dan sejumlah amunisi disita dari kedua mata-mata tersebut.”
Sebelumnya pada hari itu, pasukan keamanan internal Iran menangkap lebih dari 100 perusuh bersenjata di provinsi Lorestan yang terlibat dalam aksi sabotase dan menghasut kekacauan dalam beberapa hari terakhir.
Iran dilanda kerusuhan di beberapa wilayah selama beberapa hari, yang mengakibatkan kerusakan pada properti publik dan swasta, serta gugurnya sejumlah anggota pasukan keamanan, anggota relawan Basij, dan warga sipil. (mm/tasnim/almayadeen)