Beirut, LiputanIslam.com – 22 negara Arab dan Islam merilis pernyataan bersama mengutuk kunjungan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar ke wilayah Somaliland – yang memisahkan diri dari Somalia- dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Republik Somalia dan pelemahan Piagam PBB.
Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan para menteri luar negeri Indonesia, Iran, Aljazair, Bangladesh, Komoro, Djibouti, Mesir, Gambia, Yordania, Kuwait, Libya, Maladewa, Nigeria, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Somalia, Sudan, Turki, dan Yaman.
Para penandatangan menyatakan “kecaman keras mereka terhadap kunjungan ilegal baru-baru ini oleh seorang pejabat Israel ke wilayah Somaliland di Republik Federal Somalia pada tanggal 6 Januari.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, persatuan, dan integritas teritorial Republik Federal Somalia, dan merusak norma-norma internasional yang telah ditetapkan serta Piagam PBB.”
Ke-22 negara tersebut menegaskan kembali dukungan mereka kepada kedaulatan dan integritas teritorial Republik Somalia, dan menekankan bahwa “promosi agenda separatis tidak dapat diterima dan mengancam akan memperburuk ketegangan di wilayah yang sudah rapuh ini.”
Menteri Luar Negeri Israel tiba di Hargeisa, Somaliland, Selasa lalu, menandai kunjungan pertama sejak Israel mengakui wilayah yang memisahkan diri tersebut pada akhir Desember 2025. (mm/aljazeera)