Dubai, LiputanIslam.com – Kelompok separatis Yaman Dewan Transisi Selatan (STC) pada hari Rabu menuduh Arab Saudi menahan secara sewenang-wenang delegasi tingkat tinggi yang telah melakukan perjalanan ke Riyadh untuk melakukan pembicaraan menyusul pecahnya bentrokan di Yaman selatan.
STC, yang didukung UEA, dalam sebuah pernyataannya pada hari Rabu (7/1) menyebutkan bahwa Arab Saudi telah menahan lebih dari 50 pejabat STC dan membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui. STC menuntut pembebasan mereka segera dan meminta Riyadh bertanggung jawab atas keselamatan mereka.
Mereka mengaku telah kehilangan kontak dengan delegasi mereka yang berkunjung ke Riyadh untuk melakukan pembicaraan. Mereka menuntut agar Arab Saudi menjamin keselamatan mereka.
Seorang pejabat STC mengatakan bahwa lebih dari 50 pejabat kelompok ini telah kehilangan kontak dengan rekan dan keluarga mereka sejak tiba di ibu kota Saudi.
Seorang pejabat senior dewan, Amr al-Bayd, mengkonfirmasi kepada wartawan dalam panggilan video bahwa saksi mata melihat kelompok tersebut menaiki bus hitam di bandara Riyadh.
Delegasi tersebut melakukan perjalanan dari Yaman atas permintaan Riyadh menyusul perkembangan dalam beberapa minggu terakhir yang menyebabkan STC merebut kendali atas provinsi Hadramawt dan al-Mahra.
Arab Saudi, yang mendukung faksi lain, menanggapi tegas, dan menuntut penarikan pasukan STC. Pasukan yang didukung Arab Saudi kemudian merebut kembali kendali atas kedua wilayah tersebut.
Sementara itu, UEA mengumumkan penarikan semua pasukannya dari Yaman.
Riyadh menyerukan perundingan di wilayahnya mengenai masa depan Yaman selatan, yang untuknya Dewan STC menuntut kemerdekaan. STC menyetujui hal tersebut di bawah tekanan akibat kehilangan wilayahnya.
Kepala STC, Aidarus al-Zubaidi, seharusnya berangkat ke Arab Saudi untuk bergabung dengan delegasi STC, tetapi koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman mengklaim bahwa ia telah melarikan diri.
Koalisi tersebut melakukan lebih dari 15 serangan udara hari ini di provinsi al-Dhali’, wilayah asal al-Zubaidi, dan menuduhnya mengerahkan pasukan dan bala bantuan di sana. (mm/ry)