Washington, LiputanIslam.com – Senator AS Lindsey Graham membagikan foto Presiden Donald Trump memegang topi bertanda tangan yang bertuliskan “Make Iran Great Again” (Jadikan Iran Hebat lagi), sesuatu yang memicu kekhawatiran tentang kemungkinan perang baru dengan Iran.
Graham, sekutu Trump dan pendukung kebijakan luar negeri garis keras, memposting foto tersebut di X pada hari Senin (5/1), dan mengatakan bahwa Trump telah membuat AS lebih kuat di dalam dan luar negeri.
“Semoga Tuhan memberkati Panglima Tertinggi kita dan semua pria dan wanita pemberani yang melayani di bawahnya. Saya bangga menjadi orang Amerika. Semoga Tuhan memberkati dan melindungi rakyat Iran yang berani melawan tirani,” tulis senator Republik itu.
Tulisan di topi tersebut mengadaptasi semboyan Trump “Make America Great Again”, dan muncul ketika Trump terus mengeluarkan ancaman kepada Iran setelah pasukan AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sekutu Teheran.
Foto itu diambil saat Graham bepergian bersama Trump di atas pesawat Air Force One dari Florida ke Washington, DC, pada Minggu malam.
Sebelumnya, Graham telah menyampaikan argumen untuk menggulingkan pemerintah Iran dalam sebuah wawancara yang menampilkan topi yang sama.
Senator itu mengatakan Trump “tidak memunggungi rakyat Iran” di tengah protes anti-pemerintah yang sporadis di seluruh negeri.
“Jadi saya berdoa dan berharap bahwa 2026 akan menjadi tahun di mana kita membuat Iran hebat kembali,” kata Graham kepada Fox News saat ia mengenakan topi tersebut, yang juga menampilkan bendera Iran versi pra-revolusi Islam 1979.
Di Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Angkatan Bersenjata Iran tidak akan ragu atau berkompromi dalam hal menjaga kedaulatan dan integritas negara.
Ditanya tentang ancaman baru Trump untuk melancarkan tindakan agresi lain terhadap Iran dengan kedok dukungan untuk para demonstran Iran, Baghaei menegaskan bahwa perang psikologis dan manipulasi media terhadap Iran adalah bagian dari strategi rezim Israel dan AS untuk memberikan tekanan pada Teheran.
“Tidak diragukan lagi bahwa rezim Zionis (Israel) dan AS mencoba untuk mempertahankan suasana ketegangan dan perang psikologis sambil terus memberikan tekanan ekonomi,” katanya.
Dia kembali menegaskan bahwa Iran tetap waspada dalam menghadapi tindakan tersebut.
Trump baru-baru ini mengancam Iran dalam sebuah unggahan media sosial, mengklaim Amerika Serikat siap untuk melakukan tindakan militer terhadap Iran untuk mendukung protes sporadis atas penurunan mata uang Iran ke titik terendah sepanjang sejarah. (mm/aljazeera/presstv)