Beirut, LiputanIslam.com – Militer Israel melancarkan serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “target” Hizbullah dan Hamas di Lebanon, Senin (5/1), setelah mengeluarkan perintah evakuasi untuk empat desa di timur dan selatan negara itu.
Seorang juru bicara militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa mereka merencanakan serangan udara terhadap “infrastruktur militer” Hizbullah dan Hamas di desa Hammara dan Ain el-Tineh di Lembah Bekaa, Lebanon timur, dan Kfar Hatta dan Annan di selatan.
Seorang fotografer kantor berita AFP di Kfar Hatta melihat puluhan keluarga mengungsi dari desa setelah peringatan Israel dikeluarkan, dengan aktivitas drone di daerah tersebut. Ambulan dan truk pemadam kebakaran dalam keadaan siaga.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan drone terhadap sebuah mobil di desa Braikeh di selatan pada Senin pagi melukai dua orang. Militer Israel mengatakan serangan itu menargetkan dua anggota Hizbullah.
Serangan terbaru ini menyusul serangan mematikan Israel pada hari Minggu terhadap sebuah kendaraan di daerah Ayn al-Mizrab di utara kota Bint Jbeil di Lebanon selatan yang menewaskan dua orang. Militer Israel mengatakan serangan itu, yang terjadi 10 km dari perbatasan, juga menargetkan seorang anggota Hizbullah.
Israel terus melanjutkan serangannya meskipun ada gencatan senjata yang ditengahi AS pada tahun 2024, yang mengakhiri lebih dari setahun pertempuran sengit antara pasukannya dan Hizbullah.
Militer Israel telah berulang kali melanggar gencatan senjata dengan pengeboman dan terus menduduki lima wilayah Lebanon. (mm/aljazeera)