Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur di depan musuh-musuhnya, dan bahwa berserah kepada Allah Swt dan dukungan rakyat sudah cukup untuk mengandaskan rencana musuh dan memaksa mereka mundur.
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyatakan demikian dalam kata sambutannya pada majelis peringatan milad Imam Ali ibn Abi Talib kw yang juga dihadiri oleh keluarga Syahid Qosem Soleimani dan sekelompok keluarga para syuhada Dewan Komando Revolusi di Teheran, Sabtu (3/1).
Menyinggung peristiwa konsentrasi massa dan insiden kerusuhan yang terjadi belakangan ini di Iran, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Para pelaku pasar dan pedagang termasuk elemen yang paling setia kepada pemerintahan Islam dan Revolusi Islam di negara ini. Kami mengenal pasar dengan baik, dan kita tidak dapat menentang Republik Islam dan pemerintah Islam atas nama pasar dan pedagang.”
Dia menilai kekhawatiran para pedagang terhadap kondisi moneter negara beralasan, karena ketika pedagang melihat kondisi itu memburuk, terjadi instabilitas dan penurunan nilai mata uang nasional maka mereka praktis tidak dapat berdagang.
Namun, dia juga memastikan presiden dan para pejabat senior sedang mencari solusi, dan bahwa kenaikan mata uang asing yang tidak terkendali merupakan gejala yang tidak wajar dan melibatkan “campur tangan musuh” yang harus dihentikan.
Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa musuh berusaha meeksploitasi keluhan ekonomi. “Orang-orang bayaran musuh berdiri di balik para pedagang dan meneriakkan slogan-slogan anti-Islam, anti-Iran, dan anti-Republik Islam,” ujarnya.
Dia mengingatkan,“Penting untuk berdiri teguh dan bertekad ketika seseorang menyadari bahwa musuh ingin memaksakan sesuatu pada negara, pejabat, pemerintah, dan rakyat. Kita tidak akan mundur di hadapan musuh. Dengan tawakkal kepada Allah, dengan inisiatif dan percaya kepada-Nya, dengan keyakinan akan dukungan rakyat, dan dengan izin dan taufik dari Allah, kita akan menundukkan musuh.”
Pemimpin Besar Iran menyebut penyebaran rumor, hoax, syak wasangka dan semisalnya yang kini dikenal sebagai “perang lunak”, merupakan siasat musuh untuk melemahkan tekad masyarakat . “Ketika rakyat dilemahkan, mencapai tujuan menjadi mustahil. Sebab, menurut tradisi agama, tindakan berada di tangan rakyat dan melalui mereka,” tuturnya.
Dia menegaskan, “Sebagaimana mereka berusaha menanamkan pesimisme di hati rakyat dengan menyebarkan rumor dan kebohongan pada masa Imam Ali as, mereka menggunakan taktik yang sama persis saat ini. Rakyat Iran telah membuktikan bahwa bahkan dalam keadaan yang paling sulit sekalipun, mereka tetap teguh dan menggagalkan musuh.” (mm/alalam)