
Sanaa, LiputanIslam.com – Kepala delegasi perunding Yaman kubu Ansarullah yang menguasai Yaman utara, Mohammed Abdul Salam, mengomentari perang proksi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di Yaman selatan.
Dalam sebuah unggahan di platform X, Kamis (1/1) mula-mula dia menyinggung blokade koalisi Saudi-UEA yang didukung AS dan Israel terhadap Yaman kubu Ansarullah.
“Penutupan berkelanjutan Bandara Internasional Sanaa dan pemberlakuan blokade terhadap bandara dan pelabuhan laut Yaman tidak dapat dibenarkan dan merupakan hukuman kolektif, yang mengakibatkan konsekuensi kemanusiaan yang meluas dan menghambat upaya kemanusiaan atau politik apa pun untuk mengatasi situasi di negara ini,” tulisnya.
Abdul Salam menambahkan, “Tahun baru, bagi mereka yang memahami dan menyadari, menghadirkan peluang nyata untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul dari agresi dan blokade Saudi-Amerika.”
Dia lantas menyatakan, “Berakhirnya koalisi dan kesendirian Arab Saudi di garis depan merupakan perkembangan signifikan pada akhir tahun lalu, dan membuktikan kesia-siaan bertaruh pada kontinuitas agresi dan blokade, yang hanya akan menyebabkan kerugian mereka lebih lanjut.”
Abdul Salam menekankan bahwa rakyat Yaman, meskipun terlibat dalam pertempuran untuk mendukung Gaza, tidak mengabaikan masalah internal dan kesulitan yang mereka hadapi akibat permusuhan Saudi terhadap kubu Sanaa.
Dia menambahkan, “Setelah satu tahun yang penuh tantangan dan pengorbanan, ada tantangan dan peluang lain yang harus dihadapi bangsa ini, terutama terkait perjuangan Palestina melawan entitas musuh, Israel, di berbagai front.”
Dia menegaskan, “Sikap kendur dalam menghadapi Israel dan AS merupakan kerugian yang pasti.”
Dia lantas berharap tahun baru akan menjadi tahun kebaikan dan kemenangan bagi rakyat Yaman dan Palestina serta seluruh umat Islam.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Yaman, Mayjen Yusuf Hassan al-Madani, menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap perlawanan Palestina dan memuji para komandan Hamas yang gugur dalam perjuangan melawan pasukan pendudukan Israel di medan perang.
Dalam pesan kepada Hamas, al-Madani berjanji untuk membersamai faksi-faksi perlawanan hingga Palestina sepenuhnya dibebaskan dan pasukan Zionis diusir dari tanah pendudukan.
“Kami berdiri bersama Anda dalam setiap pilihan yang Anda pilih dan di setiap arena yang Anda masuki, hingga Allah memberikan kemenangan yang nyata, kemerdekaan penuh tercapai, dan tentara Zionis terusir dari tanah suci Palestina.”
Pesan tersebut dirilis setelah Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, mengkonfirmasi bahwa juru bicara mereka, Abu Obeida, gugur dalam serangan Israel di Jalur Gaza. (mm/almayadeen/ptv)