TelAviv, LiputanIslam.com – Tentara Israel mengumumkan bahwa 21 tentaranya melakukan bunuh diri selama tahun 2025, dari total 151 kematian sejak awal tahun ini.
Dalam pengumuman pada Selasa malam (30/12) itu disebutkan bahwa 151 perwira dan tentara terbunuh selama tahun 2025, di antaranya 88 terbunuh dalam kegiatan operasional.
Disebutkan pula bahwa tiga tentara tewas dalam serangan dan permusuhan, 15 mati karena sakit, 17 tewas dalam kecelakaan lalu lintas sipil, satu tewas dalam kecelakaan lalu lintas militer, satu tewas lagi tewas karena kecelakaan senjata, dan lima tewas dalam insiden lainnya.
Terdapat juga 21 tentara mati bunuh diri, 11 di antaranya adalah pasukan wajib militer, dan sembilan lainnya adalah pasukan cadangan, dan satu sisanya dari unit pasukan reguler.
Menurut data militer yang dipublikasikan, 923 tentara tewas dan 3879 terluka sejak dimulainya perang di Jalur Gaza pada 8 Oktober 2023.
Di sisi lain, tentara Israel di kalangan Zionis sendiri dituduh menyembunyikan jumlah korban jiwa yang sebenarnya demi menjaga mental pasukan di tengah perang propaganda.
Pada tanggal 16 Desember lalu, seorang tentara Israel bunuh diri dengan menembak peluru pada tubuhnya di sebuah pangkalan militer di wilayah utara, menurut surat kabar Haaretz.
Menurut data Israel, jumlah tentara yang bunuh diri sejak awal perang di Gaza bertambah menjadi 61 orang.
Biasanya, tentara Israel menderita gangguan mental yang parah setelah terlibat dalam kejahatan genosida di Jalur Gaza, yang dihuni oleh sekitar 2,4 juta warga Palestina.
Seperti diketahui, dengan dukungan AS, serangan Israel di Jalur Gaza mengakibatkan lebih dari 71.000 orang Palestina gugur, dan 171.000 lainnya terluka. Para korban itu sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Serangan itu juga menyebabkan kehancuran besar-besaran, dengan biaya rekonstruksi yang ditanggung AS sekitar 70 miliar dolar.
Sejak 10 Oktober, perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel telah dilanggar setiap hari, mengakibatkan 418 warga Palestina gugur, dan 1.141 warga Palestina terluka, menurut kantor media pemerintah di Gaza. (mm/ry)