Teheran, LiputanIslam.com – Ali Shamkhani, penasihat politik Pemimpin Besar Iran Ayatullah Ali Khamenei, tampak menanggapi keras ancaman Presiden AS Donald Trump terkait persenjataan Iran.
“Kemampuan rudal dan pertahanan Iran tidak dapat dibendung dan tidak memerlukan izin atau otorisasi,” tegas Shamkhani dan dalam sebuah postingan di platform X pada Senin malam (29/12).
Shamkhani memperingatkan, “Segala bentuk agresi akan dibalas dengan respon yang cepat dan keras, mungkin melebihi perhitungan dan harapan mereka yang merencanakannya.”
Dia menekankan, “Bentuk-bentuk respon tertentu telah ditentukan dalam doktrin pertahanan Republik Islam Iran, bahkan sebelum ancaman mencapai tahap implementasi.”
Donald Trump dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Ahad mengancam akan menyerang situs nuklir Iran lagi jika Teheran berupaya membangun kembali situs-situs tersebut.
“Saya harap mereka tidak mencoba membangun kembali kemampuan mereka, karena jika mereka melakukannya, kita tidak akan punya pilihan selain melenyapkan upaya itu dengan sangat cepat,” sumbarnya.
Media Israel selama berminggu-minggu juga kerap membicarakan isu Iran, mulai dari mengulas perang 12 hari pada bulan Juni, hingga menyampaikan ancaman dari pejabat Israel, dan melaporkan pemulihan dan pengembangan kekuatan Iran.
Sementara itu, Angkatan Bersenjata Iran pada hari Senin menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan ancaman apa pun terhadap keamanan Iran. Dia memperingatkan bahwa setiap agresi baru terhadap Iran akan ditanggapi dengan balasan yang jauh lebih keras, lebih menghancurkan, dan lebih merusak daripada di masa lalu.
Mereka memastikan bahwa tekanan yang sedang berlangsung, termasuk sanksi, kampanye media, dan perang psikologis, tidak akan melemahkan Iran.
Mereka memperingatkan bahwa kesalahan perhitungan musuh di masa depan akan mengakibatkan pembalasan yang jauh lebih keras, menghancurkan, dan mahal.
Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan pernyataan bahwa musuh berusaha menabur benih pemberontakan di dalam masyarakat Iran melalui perang kognitif, operasi psikologis, narasi palsu, penyebaran ketakutan, dan dorongan untuk menyerah kepada mereka.
IRGC menyebut agresi Israel-AS selama 12 hari terhadap Iran pada bulan Juni llau sebagai contoh luar biasa dari ancaman hibrida yang memiliki dimensi keamanan, psikologis, dan ekonomi yang luas, jauh melampaui konfrontasi militer.
Pasukan elit Iran itu memastikan pihaknya gigih menjaga kemerdekaan, keamanan, martabat, dan otoritas Iran dari segala bentuk penghasutan, perang kognitif, ancaman keamanan, dan agresi teritorial. (mm/ry/pt)