TelAviv, LiputanIslam.com – Stasiun penyiaran publik Israel, Kan, pada hari Minggu (21/12) melaporkan bahwa selama rudal Iran menimbulkan berbagai kerusakan yang sangat signifikan pada target-target di Israel.
Moav Vardi, komentator urusan luar negeri Kan, memastikan senjata Iran “sangat efektif” dan ada banyak target sangat penting di Israel yang terkena rudal balistik Iran, namun “tidak semuanya dipublikasikan demi menunjang narasi kemenangan Israel.
Menurutnya, setelah perang, Iran menyimpulkan bahwa rudal balistik adalah alat yang paling efektif melawan Israel, melampaui rudal jelajah dan drone dalam hal efektivitas dan dampak.
Sementara itu, surat kabar Israel Maariv di hari yang sama melaporkan bahwa setelah meretas akun Telegram mantan Perdana Menteri Naftali Bennett dan mempublikasikan isinya, pesan tambahan tiba dari peretas pada hari Sabtu.
Maariv menyatakan bahwa peretas mengklaim telah berhasil membobol telepon dan akun media sosial para menteri pemerintah Israel, anggota Knesset, tokoh politik, pejabat pemerintah, dan lainnya.
Menurut Maariv, mereka kemungkinan juga berhasil menyusup ke aplikasi di telepon para tokoh Israel.
Shin Bet (badan keamanan internal Israel) dua hari sebelumnya mengumumkan pihaknya telah melacak dan menangkap warga negara Rusia, Vitaly Zvyagintsev, berusia sekitar 30 tahun, seorang pekerja asing di Israel, atas dugaan melakukan pelanggaran keamanan di bawah arahan intelijen Iran.
Investigasi Shin Bet mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2025, Vitaly telah berhubungan dengan seorang agen intelijen Iran yang menyebut dirinya sebagai “Roman” dan mengaku tinggal di Rusia, menurut Maariv. (mm/ry)