Beirut, LiputanIslam.com – Anggota parlemen Lebanon dari pihak Hizbullah, Hussein Hajj Hassan, menegaskan tidak kata menyerah dalam kamus kelompok pejuang perlawanan terhadap Zionisme ini.
“Tidak ada kata menyerah dalam kamus kami. Kami berhak untuk membela diri jika diserang,” tandasnya dalam pertemuan politik yang diselenggarakan oleh kantor humas Hizbullah di Lembah Bekaa pada hari Minggu (21/12)
“Mereka (Israel) sedang memberikan tekanan keamanan, militer, dan politik untuk menumpas pejuang perlawanan dan senjatanya. Kami tegaskan kepada mereka bahwa kubu perlawanan tetap eksis dan siap untuk membela negara dan kepentingan Lebanon,” sambungnya.
Dia menjelaskan, “Prioritas kubu perlawanan, rakyat, dan tentara Lebanon adalah menghentikan agresi, mengupayakan penarikan pasukan pendudukan Israel dari tanah kami, membebaskan para tahanan, membangun kembali negara, dan membahas strategi pertahanan nasional.”
Dia menambahkan, “Lebanon mematuhi Resolusi 1701, sementara Israel belum, dan tak kunjung melaksanakan perjanjian penghentian agresi. Kata ‘menyerah’ tidak ada dalam kosakata kami, dan kami berhak membela diri jika diserang.”
Hajj Hassan juga mengatakan, “Hizbullah menginginkan pemilihan umum diadakan tepat waktu. Sepanjang periode terakhir, banyak yang mencoba mengisolasi atau merugikan aliansi nasional Syiah, tetapi hubungan antara Hizbullah dan Gerakan Amal kuat dan solid, dan akan semakin kuat.”
Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan, “Fase pertama rencana pengendalian senjata, yang berkaitan dengan wilayah selatan Sungai Litani, hampir selesai. Negara siap beralih ke fase kedua rencana pengendalian senjata, yang mencakup wilayah utara Sungai Litani, berdasarkan rencana yang disiapkan oleh Angkatan Darat Lebanon atas permintaan pemerintah.”
Dia mengatakan demikian dalam pertemuan di kediamannya di Qoreitem dengan mantan Duta Besar Simon Karam, kepala delegasi negosiasi untuk komite gencatan senjata dengan Israel, yang memberinya penjelasan tentang detail dan hasil pertemuan komite ini belakangan. (mm/ry)