Gaza, LiputanIslam.com – Serangan artileri Israel menghantam sebuah sekolah di Kota Gaza, menggugurkan sejumlah warga Palestina, Jumat (19/12).
Serangan itu menghantam sebuah sekolah di dekat Rumah Sakit Mohammad al-Durra, sebelah timur lingkungan al-Tuffah, menurut sumber medis dan saksi mata. Fasilitas tersebut menampung keluarga pengungsi.
Menurut Jaringan Berita Quds, sedikitnya tujuh orang gugurdan beberapa lainnya terluka, termasuk anak-anak.
Beberapa jenazah ditemukan dalam keadaan terpotong-potong, kata saksi mata.
Sumber lokal melaporkan bahwa serangan itu kemudian meluas ke gedung pelatihan milik Direktorat Pendidikan, yang terletak di seberang Rumah Sakit al-Durra.
Artileri Israel terus menembaki daerah sekitar Rumah Sakit al-Durra dan Sekolah al-Shuhada, kata saksi mata.
Tembakan peluru asap dan senapan mesin berat juga dilaporkan. Beberapa warga Palestina terluka akibat penembakan ke bagian timur al-Tuffah.
Staf medis di Rumah Sakit Baptis al-Ahli mengatakan mereka menerima banyak korban akibat penembakan Israel yang menghantam sebuah bangunan yang menampung keluarga pengungsi di daerah yang sama.
Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, otoritas kesehatan Palestina mengatakan serangan Israel terus berlanjut di Jalur Gaza.
Di bawah gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas di Gaza, pasukan Israel telah mundur ke posisi di sebelah timur apa yang disebut Garis Kuning.
Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu dengan para pejabat dari Qatar, Mesir, dan Turki di Florida pada hari Jumat, dengan harapan dapat menyelamatkan upaya untuk mencapai tahap kedua kesepakatan tersebut.
“Rakyat kami mengharapkan pembicaraan ini menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri pelanggaran hukum Israel yang sedang berlangsung, menghentikan semua pelanggaran, dan memaksa pendudukan untuk mematuhi perjanjian Sharm al-Sheikh,” kata anggota biro politik Hamas, Bassem Naim, kepada AFP.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada hari Jumat bahwa 395 warga Palestina gugur dan 1.088 terluka sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober. Selain itu, sebanyak 634 jenazah ditemukan selama periode yang sama.
Kementerian tersebut mengatakan jumlah korban gugur secara keseluruhan di Gaza sejak Oktober 2023 telah meningkat menjadi 70.669, dengan setidaknya 171.165 orang terluka. (mm/raialyoum/presstv)