London, LiputanIslam.com – Pamred media online Rai al-Youm, Abdul Bari Atwan, menyatakan tidak tertutup kemungkinan dinas rahasia Israel, MOSSAD, bermain di balik serangan terhadap ribuan orang yang merayakan Hanukkah Yahudi di sebuah pantai di Sydney pada Minggu pagi (14/12), yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.
Dia menilai peristiwa ini tidak dapat dianalisis di luar kerangka operasi terencana Israel.
“Ini adalah bagian dari strategi baru dan terencana yang bertujuan menunjang citra Israel sebagai korban dan menghidupkan kembali narasi palsu anti-Semitisme; sebuah kebohongan yang telah sepenuhnya hancur di bawah bayang-bayang perang genosida rezim pendudukan terhadap Gaza. Operasi demikian juga bisa menjadi cara untuk menghukum Australia karena negara ini mengakui negara Palestina,” tulis Atwan dalam editorialnya di Rai al-Youm, Senin (15/12).
Menurutnya, musuh terbesar Yahudi di dunia adalah gerakan Zionis itu sendiri, dan Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu, adalah simbolnya yang paling menonjol. Tangan Netanyahu dan kabinetnya berlumuran darah lebih dari 70.000 warga sipil Palestina, termasuk 40.000 anak-anak. Mereka juga telah menggusur dua setengah juta warga Palestina di Jalur Gaza setelah menghancurkan lebih dari 95 persen rumah warga Palestina, membuat rakyat Gaza kelaparan dengan memutus bantuan, dan mengubah pusat distribusi makanan menjadi jebakan maut.
Dia menilai Netanyahu justru menguak kemungkinan dirinya berperan di balik insiden berdarah di Sydney, ketika melontarkan tuduhan anti-Semit terhadap Perdana Menteri Italia dan pemerintahannya hanya lantaran negara ini mengakui negara Palestina dan solusi dua negara.
Atwan juga mengingatkan bahwa gerakan Zionis dulu bersekongkol dengan Nazi dalam pembantaian orang Yahudi dan mengebom bioskop serta lingkungan Yahudi di Mesir dan Irak demi mengintimidasi dan memaksa mereka bermigrasi ke Palestina.
“Karena itu, sama sekali tidak mengherankan jika gerakan Zionis yang sama berada di balik serangan terhadap orang Yahudi di Sydney atau ibu kota Barat lainnya demi mengalihkan kesalahan kepada orang Arab dan Muslim,” lanjutnya.
Analis ternama dunia Arab ini juga menyebutkan, “Tidak menutup kemungkinan bahwa serangan di Sydney ini adalah tanda pertama dari dimulainya proses ini (upaya Zionis untuk memperbaiki citrnya) setelah melakukan kejahatan genosida di Gaza, dan mungkin juga kita akan menyaksikan serangan serupa lainnya terhadap orang Yahudi di seluruh dunia dalam waktu dekat. Serangan-serangan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali narasi korban dan anti-Semitisme serta mengintensifkan dominasi Zionisme atas media sosial dunia, membungkam kebebasan berekspresi dan berpikir, dan meredam semua suara yang mendukung rakyat Palestina.” (mm/raialyoum)