Teheran, LiputanIslam.com – Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Mohammad Ali Naeini, menyatakan bahwa jika Iran diserang maka musuh akan menghadapi kekuatan baru dari negara Republik Islam ini di semua dimensi militer.
“Tentu saja, jika perang pecah, musuh akan menghadapi kekuatan baru dari Republik Islam di semua dimensi militer. Namun, kekuatan ini harus diuji di medan perang, dan musuh harus menyaksikan hasil dari perkembangan ini di sana,” ungkapnya, Senin (15/12).
Mengenai pencapaian pertahanan dan keamanan baru IRGC, Naeini mengatakan, “Kita pasti akan mencapai terobosan baru di semua bidang persenjataan, taktik, dan perencanaan. Kita tidak memiliki niat lain.”
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdulrahim Mousavi, di hari yang sama mengaku puas atas peningkatan sistem pertahanan udara Iran.
Menurutnya, pasukan pertahanan udara Iran dalam beberapa bulan terakhir telah melakukan “langkah-langkah signifikan dan luar biasa” dalam memperkuat kemampuan pertahanan udara negara berkat dedikasi, pengorbanan, dan profesionalisme mereka.
“Peningkatan berkelanjutan kemampuan pertahanan udara berjalan sukses sebagai hasil dari upaya tanpa henti rekan-rekan kami di unit pertahanan udara,” ujarnya.
Mousavi juga mengatakan bahwa peningkatan kemampuan pertahanan udara secara terus-menerus merupakan salah satu prioritas Iran.
Dia juga mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Bersenjata dan IRGC dapat mendukung Pangkalan Pertahanan Udara Gabungan Khatam al-Anbiya dalam memajukan strategi baru yang bertujuan untuk menghadapi ancaman.
Pasukan pertahanan udara Iran berdiri di garis depan melindungi langit Iran dan menangkis banyak serangan dalam peristiwa serangan Israel-AS terhadap Iran pada bulan Juni 2025. Beberapa personel pertahanan udara gugur dan terluka antara tanggal 13 dan 24 Juni.
Sepanjang agresi teroris terhadap Iran, Israel membunuh setidaknya 1.064 orang dan menargetkan infrastruktur sipil negara ini. Pada tanggal 22 Juni, AS melibatkan diri dalam perang dan membom tiga situs nuklir Iran.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Amir Hatami pada hari Senin mengeluarkan pesan untuk menandai Pekan Penelitian.
Dia mengatakan upaya Angkatan Bersenjata berfokus pada pengembangan teknologi penangkal yang mengirimkan pesan yang jelas kepada musuh.
“Setiap pencapaian Iran meluas melampaui batas negara, menginspirasi harapan di antara bangsa-bangsa yang tertindas dan menawarkan model kemerdekaan dari monopoli ilmiah kekuatan hegemonik,” tuturnya.
Hatami juga menekankan peningkatan kerja sama dengan pusat-pusat sains dan berbasis pengetahuan serta menghilangkan hambatan yang dihadapi para peneliti pada saat kubu arogan global berupaya untuk merusak integritas teritorial dan kemerdekaan Iran. (mm/alalam/presstv)