Beirut, LiputanIslam.com – Militer Israel membunuh sedikitnya tiga orang di Lebanon selatan dalam beberapa serangan udara terpisah setelah mengancam akan melanjutkan agresi “skala besar”.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu (14/12), Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan bahwa “serangan musuh, Israel” terhadap sepeda motor di Yater, Lebanon selatan, menggugurkan satu orang dan melukai satu orang lainnya.
Secara terpisah, serangan Israel terhadap sebuah mobil juga menggugurkan satu orang lainnya di daerah antara kota Safad al-Batikh dan Barashit.
Pada saat yang sama, seorang anggota dewan kota di Jouaya, Tyre, gugur akibat serangan Israel terhadap kota tersebut.
Menteri Perang Israel, Israel Katz, akhir bulan lalu, memperingatkan bahwa Tel Aviv siap melancarkan perang baru terhadap Lebanon jika kelompok pejuang Hizbullah tidak menyerahkan senjatanya pada akhir tahun 2025.
Lebanon telah menerima peringatan dari pihak-pihak Arab dan internasional bahwa Israel sedang bersiap melancarkan serangan skala besar terhadap Lebanon, kata Menteri Luar Negeri Youssef Raggi pada hari Jumat.
Beirut meningkatkan kontak diplomatiknya “untuk melindungi Lebanon dan fasilitasnya dari potensi serangan apa pun,” kata Raggi dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).
Pemboman yang terus berlanjut telah menuai kritik tajam dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang melaporkan pada bulan November bahwa setidaknya 127 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas di Lebanon sejak gencatan senjata mulai berlaku pada akhir tahun 2024. Para pejabat PBB memperingatkan bahwa serangan tersebut merupakan “kejahatan perang.”
Mengingat kerugian besar selama berbulan-bulan perang dan ketidakmampuan memenuhi tujuan militernya dalam agresi terhadap Lebanon, Israel tidak punya pilihan selain menerima gencatan senjata dengan Hizbullah, yang mulai berlaku pada 27 November 2024.
Sejak perjanjian itu diberlakukan, pasukan pendudukan telah melakukan banyak serangan terhadap Lebanon dengan mengabaikan gencatan senjata. Israel tetap menguasai lima wilayah penting di Lebanon selatan, yang meliputi Labbouneh, Gunung Blat, Bukit Owayda, Aaziyyeh, dan Bukit Hammamis, semuanya terletak dekat perbatasan.
Sekjen Hizbullah, Syeikh Naim Qassem, dalam pidato belakangan ini bersumpah bahwa pihaknya tidak akan pernah meletakkan senjatanya. Dia juga mengkritik rencana pemerintah Lebanon untuk membangun monopoli negara atas senjata, dan menegaskan bahwa masalah ini dieksploitasi oleh AS dan Israel untuk menekan Hizbullah agar kelompok pejuang ini meletakkan senjata. (mm/alalam/presstv)