Quds, LiputanIslam.com – Pasukan pendudukan Israel melancarkan serangkaian serangan di kota Al-Quds (Yerusalem) pada hari Kamis, termasuk menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dan lingkungan Sheikh Jarrah, serta mengancam 33 komunitas Badui dengan penggusuran sebagai bagian dari rencana kolonial yang bertujuan untuk merebut tanah Palestina dan menghapus eksistensi bangsa Palestina.
Pasukan pendudukan menyerbu lingkungan Sheikh Jarrah, mengenakan denda pada kendaraan Palestina, dan mendirikan pos pemeriksaan militer yang menghalangi mobilitas penduduk.
Secara bersamaan, 348 pemukim Zionis menyerbu halaman kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan ketat dari pasukan pendudukan, melakukan ritual Talmud dan tur provokatif.
Di kota Al-Issawiya, pasukan pendudukan Israel, didampingi oleh petugas kota, mengukur rumah-rumah sebagai persiapan untuk pembongkarannya. Pemerintah Provinsi Quds mengatakan bahwa komunitas Badui menghadapi kebijakan sistematis penggusuran paksa, termasuk penyitaan tanah, penghancuran harta benda, pemutusan pasokan air, dan serangan terhadap penduduk, selain dikepung oleh 21 pos pemukiman yang digunakan untuk menekan penduduk.
Pemerintah Provinsi menjelaskan bahwa tindakan ini memengaruhi lebih dari 7.000 warga Palestina dan bertujuan untuk memutus hubungan geografis Quds dengan wilayah sekitarnya di sebelah timur sebagai bagian dari rencana “Yerusalem Raya” dan E1. Ini adalah upaya untuk memaksakan perubahan demografis dan melemahkan perekonomian penduduk, dengan menggunakan pendekatan “penetrasi lambat” untuk penggusuran paksa tanpa mengeluarkan dekrit resmi. (mm/wafa)