Zahedan, LiputanIslam.com – Tiga anggota Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) gugur akibat serangan “kelompok teroris dan musuh” di dekat wilayah perbatasan Lar, dekat Zahedan di Iran tenggara, Rabu (10/12).
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Markas Besar Regional Quds IRGC, pasukan tersebut diserang saat bertugas melindungi perbatasan tenggara Iran, dan pasukan IRGC lantas melakukan pengejaran di wilayah tersebut.
“Operasi untuk melacak dan menindak para penyerang saat ini sedang berlangsung,” tambah pernyataan itu.
Provinsi Sistan dan Baluchestan, yang berbatasan dengan Pakistan, kerap mendapat serangan teroris yang sering menyasar warga sipil dan pasukan keamanan dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok teroris yang melakukan serangan terhadap kepentingan Iran di bagian tenggara dan barat daya negara itu diduga memiliki hubungan dengan badan intelijen asing.
Kelompok teroris yang disebut Jaish al-Adl telah bertanggung jawab atas banyak serangan, termasuk satu serangan pada bulan Agustus yang menggugurkan lima polisi Iran. Sebulan sebelumnya, pada bulan Juli, teroris menyerbu gedung pengadilan di provinsi tersebut, menyebabkan enam orang tewas.
Serangan paling dahsyat dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada Februari 2019, ketika bom bunuh diri Jaish al-Adl menyasar konvoi bus IRGC, menewaskan 27 anggota pasukan tersebut.
Laporan singkat lain dari Iran menyebutkan bahwa Kementerian Pertahanan negara ini meluncurkan sistem “Sayyad 4 untuk daerah hutan” di hadapan Brigjen Aziz Nasirzadeh, Menteri Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata, Rabu.
Untuk alasan keamanan, model skala kecil dari sistem tersebut digunakan untuk tujuan informasi. Sistem ini dirancang dan dibangun oleh ilmuwan wanita Iran di industri pertahanan.
Sayyad 4 adalah sistem perang elektronik yang mampu mengganggu sistem GPS dan navigasi musuh. (mm/presstv)