Teheran, LiputanIslam.com – Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) menyatakan bahwa industri nuklir negara ini telah memenuhi tanggung jawabnya, dan menekankan bahwa saat ini di Iran tidak ada inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Kepala AEOI, Kepala Mohammad Eslami, menyatakan demikian kepada wartawasan usai menghadiri perayaan Hari Mahasiswa di Fakultas Teknik Sipil Universitas Sains dan Teknologi Iran, Senin (8/12).
Dia mengatakan, “Saya mengundang mereka yang berminat untuk berpartisipasi dan bekerja sama dengan AEOI, dan kami siap menyambut mereka. Hari Mahasiswa juga merupakan hari untuk konsultasi dan pertukaran gagasan. Perhatian utama seorang mahasiswa yang sadar dan penuh perhatian adalah masa depan negara dan rakyatnya, dan pada akhirnya, masa depan mereka sendiri, yang merupakan prioritas mereka.”
Ditanya apakah ada kehilangan personel AEOI akibat serangan militer Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir, dia menjawab, “Kami tidak menyaksikan kebocoran atau kekurangan personel, justru sebaliknya. Kami tidak mencatat adanya cedera atau kerugian selama serangan militer, dan semua personel kami terlindungi. Para profesor yang terbunuh bukanlah personel militer atau berafiliasi dengan AEOI, melainkan profesor universitas dari Universitas Shahid Beheshti, dan mereka berperan dalam berbagai proyek.”
Eslami menekankan bahwa industri nuklir tidak lalai dalam aktivitas dan tugasnya, dan bahwa “saat ini tidak ada inspektur dari IAEA di Iran.” (mm/alalam)