Teheran, LiputanIslam.com – Ali Akbar Velayati, Penasihat Besar Iran Ayatullah Ali Khamenei untuk urusan internasional, melontarkan teguran keras kepada para penguasa Uni Emirat Arab (UEA) dengan menegaskan bahwa kesabaran Iran ada batasnya.
Velayati mula-mula mencecar UEA dengan sejumlah pertanyaan. “Apakah klaim absurd Anda yang berkelanjutan mengenai pulau-pulau Iran sejalan dengan kerja sama Anda dengan kekuatan kolonial?” ungkapnya melalui platform X, Jumat (5/12).
Mantan Menteri Luar Negeri Iran ini menambahkan, “Perlu untuk menyatakan secara terus terang suatu hal yang selama ini kami hindari untuk diungkapkan secara publik. Pertanyaan harus ditujukan kepada pemerintah UEA: Apa gerangan yang Anda lakukan di Yaman? Apakah Anda juga tertarik untuk menguasai Selat Bab el-Mandeb? Mengapa Anda menduduki Pulau Socotra (milik Yaman)? Apa hubungannya ini dengan ambisi maritim AS? Apakah Anda juga mengklaim kepemilikan pulau ini dan Selat Hormuz?”
Velayati mengingatkan, “Darah puluhan ribu Muslim di Yaman dan sekarang di Sudan tumpah akibat kebijakan ekspansionis Anda. Sekarang kami harus bertanya: Apa yang diinginkan UEA dari Sudan, dan mengapa berupaya menghancurkan negara ini? Apakah Anda bekerja sama dengan Inggris di Sudan? Dan mengapa perilaku Anda menimbulkan kecurigaan para analis terkait upaya menciptakan delusi kekaisaran transnasional ?”
Velayati lantas menegaskan, “Apakah klaim-klaim konyol dan beruntun mengenai kepulauan Iran sejalan dengan kerja sama dengan negara-negara kolonial ini? Bagaimana kepemilikan Pulau Abu Musa, yang telah menjadi milik Iran ribuan tahun sebelum berdirinya UEA, dapat diklaim? Kesabaran rakyat Iran tidaklah tanpa batas!”(mm/alalam)