Teheran, LiputanIslam.com – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa daya pertahanan negara ini sekarang “lebih baik daripada sebelumnya,” dan bahwa responnya terhadap setiap agresi “akan lebih tegas dan tepat.”
Dalam konferensi pers peringatan Hari Parlemen di Iran, Selasa (2/1) Ghalibaf menekankan bahwa Iran “telah menegaskan dirinya di panggung dunia, dan siapa pun yang ingin bernegosiasi dengannya harus menerima negosiasi dengan syarat-syarat yang realistis dan setara.”
Menurutnya, masalah utama dalam negosiasi dengan AS adalah “ambisi pihak lawan dan upayanya untuk memaksakan perintah-perintah tertentu.”
“AS mengkhianati meja perundingan dalam agresi baru-baru ini dan membuktikan bahwa mereka bukan mitra negosiasi,” katanya, sembari menekankan bahwa AS “tidak tulus, dan memiliki rencana serta konspirasi terhadap Iran.”
Ghalibaf juga menegaskan bahwa Iran menginginkan negosiasi, dan menekankan bahwa negosiasi harus berlangsung “dalam kondisi yang setara, tetapi pihak lain berusaha untuk menundukkannya.”
Dia menambahkan,”Pihak lain menyaksikan kekuatan kami dalam menghadapi agresinya belakanganini dan ingin memaksa kami untuk mengurangi jangkauan rudal kami.”
Menanggapi pengaktifan “mekanisme snapback” terhadap Iran, Qalibaf menegaskan bahwa hal itu dilakukan “atas perintah langsung AS” dan bahwa “keputusan Eropa yang keliru dan tidak dipertimbangkan dengan matang sehingga menyebabkan hilangnya peran Eropa di panggung internasional.”
Dia juga mengatakan, “Eropa tidak lagi memiliki peran dalam isu Iran, atau bahkan dalam isu Ukraina.”
Ghalibaf menyebut Perang 12 Hari sebagai agresi teroris yang canggih dan keji yang direncanakan oleh Rezim Zionis terhadap Iran bekerja sama dengan AS. Meskipun mengakui adanya penundaan singkat dalam respon awal Iran, namun ia menekankan kecepatan negara ini dalam bereaksi.
“Dalam waktu sekitar lima hari, kami mencapai dominasi yang memadai atas udara dan darat musuh, Zionis,” kata Ghalibaf, sembari menegaskan bahwa pihak musuh sangat menginginkan gencatan senjata pada hari keenam dan ketujuh.
Dia mengaitkan kemenangan ini dengan kebijaksanaan dan keberanian Pemimpin Besar Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, pengorbanan rakyat Iran, dan operasi-operasi presisi Angkatan Bersenjata yang “menundukkan musuh.”
“Kami sekarang sungguh-sungguh yakin bahwa kekuatan kami bukan hanya terletak pada kemampuan militer dan rudal kami. Kekuatan utama kami, setelah karunia Allah, terletak di hati rakyat kami,” tegas Ghalibaf.
“Di medan perang sungguhan, meski musuh memiliki sistem pertahanan berlapis dan superioritas udara, penembakan lebih dari 100 rudal (oleh Iran) dalam jangka waktu terbatas dan mencapai akurasi lebih dari 70% merupakan pencapaian militer yang luar biasa,” sambungnya.
Dia memperingatkan bahwa setiap agresi di masa mendatang dari AS atau rezim Zionis akan ditanggapi dengan respons yang jauh lebih kuat.
“Saat ini, kemampuan defensif dan ofensif Iran, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sudah sedemikian rupa sehingga setiap agresi oleh AS atau rezim Zionis akan ditanggapi dengan respon yang jauh lebih kuat, lebih tepat, dan lebih efektif,” tegasnya. (mm/presstv/almayadeen)