Damaskus, LiputanIslam.com – Kontak senjata dan serangan udara Israel di kota Beit Jinn di pinggiran barat daya Damaskus menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk empat perempuan dan anak-anak, menurut sumber resmi dan lokal, Jumat (28/11). Selain itu, 20 terluka dengan kondisi sebagian di antaranya kritis, sementara beberapa lainnya masih hilang tertimbun reruntuhan dan atau ditahan oleh pasukan Israel, yang mengaku enam anggotanya terluka.
Sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa bentrokan meletus pada Jumat dini hari antara penduduk setempat dan pasukan Israel yang berusaha menyerbu kota dan melakukan penangkapan. Bentrokan tersebut diiringi oleh tembakan artileri dan serangan udara yang menyebabkan sebuah bangunan tempat tinggal runtuh.
Saluran berita al-Ekhbariya Suriah sebelumnya melaporkan bahwa serangan udara dan artileri Israel terjadi “setelah warga mengepung dan bentrok dengan pasukan patroli Israel.”
Kota Beit Jinn terletak di lereng Gunung Hermon, hanya 10 kilometer dari perbatasan antara wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan dan wilayah Palestina pendudukan. Kota ini telah berulang kali menjadi sasaran berbagai operasi militer Israel, termasuk pemboman udara dan artileri serta serangan darat singkat.
Meskipun rezim Suriah tidak menimbulkan ancaman bagi Tel Aviv, tentara Israel telah berulang kali memasuki Suriah, melancarkan serangan udara yang menewaskan warga sipil dan menghancurkan fasilitas militer, kendaraan, senjata, dan amunisi milik Suriah.
Al-Ekhbariya melaporkan, “Puluhan keluarga telah mengungsi dari kota Beit Jinn ke daerah terdekat yang lebih aman.” Saluran ini juga menyebutkan bahwa pengeboman terjadi setelah penduduk mengepung patroli militer Israel saat memasuki kota , bentrokan lantas terjadi hingga patroli tersebut mundur, sementara pesawat-pesawat Israel terbang intensif di atas kota tersebut.
Di lain pihak, militer Israel pada hari Jumat mengumumkan pihaknya telah melancarkan operasi keamanan terhadap buronan anggota Jamaah Islam di Beit Jinn, dan enam tentara Israel terluka dalam operasi ini.
Juru bicara militer Israel, Avichai Adraee, mengatakan kepada media Arab bahwa “pada malam (Jumat), berdasarkan intelijen yang dikumpulkan dalam beberapa pekan terakhir, pasukan dari Brigade Cadangan ke-55, yang beroperasi di bawah komando Divisi ke-210, melancarkan operasi untuk menangkap anggota buronan Jamaah Islam.”
Dia menambahkan: “Para tersangka beroperasi di desa Beit Jinn di Suriah selatan dan terlibat dalam pengembangan rencana teroris terhadap warga Israel… Selama operasi militer Israel, teroris melepaskan tembakan ke arah pasukan, yang kemudian membalas tembakan. Bersamaan dengan itu, dukungan udara diberikan kepada pasukan di daerah tersebut.”
Serangan Israel tersebut membangkita kecaman dari berbagai pihak termasuk Hamas, Qatar, Yordania, dan Ansarullah Yaman. (mm/alalam/raialyoum)