Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa pembunuhan pengecut Israel terhadap komandan senior Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai menunjukkan “kelemahan” rezim tersebut dalam menghadapi Poros Perlawanan.
IRGC pada hari Senin merilis pernyataan berisi kutukan keras terhadap pembunuhan Tabatabai yang terjadi di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, sehari sebelumnya.
“Rezim Zionis kembali melakukan kejahatan teroris yang nyata dengan menyerang salah satu komandan Hizbullah yang teguh,” katanya.
“Tindakan pengecut ini, yang terjadi di tengah gencatan senjata yang sering dilanggar oleh Israel, bukanlah bukti kekuatan, melainkan menunjukkan kelemahan dan ketidakberdayaan musuh terhadap keinginan negara-negara di kawasan dan Front Perlawanan,” lanjutnya.
IRGC juga menyatakan prihatin atas kebungkaman dan ketidakberdayaan badan-badan internasional dan hak asasi manusia dalam menghadapi genosida dan agresi Israel, serta dukungan yang diterima rezim perampas ini dari para penguasa yang gemar berperang dan menebar teror di Gedung Putih.
Pernyataan tersebut lebih lanjut menegaskan bahwa Poros Perlawanan “hidup dan dinamis” dan bahwa darah para martir akan menyalakan api harapan dan tekad di hati orang-orang yang mencari kebebasan dan para pejuang perlawanan yang setia di seluruh kawasan.
“Tidak diragukan lagi, Front Perlawanan dan Hizbullah Lebanon berhak membalas darah para pejuang Islam yang pemberani. Ketika saatnya tiba, balasan yang menghancurkan akan diberikan kepada agresor teroris,” tegas IRGC.
Pada Minggu malam, Hizbullah mengumumkan gugurnya Tabatabai dan empat pejuang perlawanan lainnya dalam “serangan berbahaya Israel.”
Tabatabai adalah komandan Hizbullah paling senior yang dibunuh oleh Israel sejak pemberlakuan gencatan senjata November 2024.
Dalam pernyataannya, IRGC juga menyatakan bahwa umat Islam menganggap pembunuhan tersebut sebagai bagian dari “perang psikologis” dan “upaya putus asa” Israel untuk menyembunyikan krisis internal dan kekalahan berulang di medan perang. IRGC memperingatkan bahwa tindakan tersebut hanya akan membawa lebih banyak kekalahan dan kemarahan serta kebencian global yang lebih besar terhadap rezim pendudukan.
IRGC memastikan bahwa Poros Perlawanan, melalui upaya militer, politik, media, dan rakyat, akan terus berjuang hingga mencapai kemenangan mutlak atas rezim penjajah Palestina dan tanah suci al-Quds. (mm/presstv)