Teheran, LiputanIslam.com – Iran memberi peringatan tegas kepada AS dan para sekutunya di Eropa agar tidak mendesak badan pengawas nuklir PBB untuk mengadopsi resolusi bermotif politik lainnya terhadap Teheran. Iran menyebut upaya itu sebagai upaya yang menguntungkan diri sendiri untuk memanfaatkan badan itu demi kepentingan mereka sendiri.
Peringatan itu dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam panggilan telepon dengan sejawatnya dari Brasil, Mauro Vieira, pada hari Rabu (10/11).
Akhir pekan ini, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman bersiap untuk mengajukan resolusi kepada Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dilaporkan bertujuan untuk menyalahkan Iran terkait kerja samanya dengan IAEA.
Teheran menangguhkan kerja sama tersebut menyusul peristiwa serangan Israel dan AS terhadap Iran pada Juni, yang menggunakan resolusi serupa sebelumnya sebagai alasan. Iran kemudian mensyaratkan agar kerja sama baru dapat dilanjutkan dengan syarat bahwa badan tersebut mengutuk agresi dan menjamin keamanan instalasi nuklir Iran, sembari menekankan bahwa kondisi yang diciptakan oleh perang telah membuat kerja sama tersebut mustahil untuk dilanjutkan seperti sebelumnya.
Kedua belah pihak mencapai kesepakatan di Kairo pada 9 September dengan tujuan melanjutkan kerja sama. Pada hari Rabu, IAEA juga memuji tingkat kerja sama tersebut, dan mengonfirmasi bahwa para inspektur telah melanjutkan pekerjaan di fasilitas-fasilitas yang tidak terdampak serangan militer.
Araghchi menyebut upaya sekutu Barat tersebut tidak bertanggung jawab, provokatif, dan tidak dapat dibenarkan.
Dia menilai kampanye tersebut telah dirancang sebagai bagian dari pendekatan politik yang mereka tempuh untuk memicu pemulihan sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran pada akhir September. Menurutnya, perilaku tersebut semakin merusak kredibilitas profesional dan teknis IAEA.
Araghchi menekankan keharusan mencegah negara-negara tertentu mengeksploitasi lembaga internasional untuk menekan negara-negara berkembang.
Sementara itu, Araghchi dan Vieira membahas status hubungan bilateral dan perkembangan internasional.
Mereka menekankan signifikansi perluasan hubungan dan kerja sama di semua bidang kepentingan bersama, dan penguatan kerja sama dalam organisasi-organisasi internasional. (mm/presstv)