TelAviv, LiputanIslam.com – Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menyatakan Israel tidak akan menerima normalisasi dengan Arab Saudi jika harganya adalah pembentukan negara Palestina yang akan mengancam keamanan Israel.
Dalam wawancara dengan situs web Ynet, Rabu (19/11) Cohen menyebutkan bahwa detail perjanjian penjualan jet tempur antara AS dan Arab Saudi belum final, dan menekankan pentingnya mempertahankan superioritas militer Israel di Timur Tengah.
“Saya memahami bahwa AS memiliki teknologi yang lebih maju daripada F-35, dan kami akan terus mempertahankan keunggulan ini dengan cara yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.
Menurut Cohen, dukungan yang diterima Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman dari Presiden AS Donald Trump dapat mempercepat proses normalisasi antara Arab Saudi dan Israel, dan memprediksi bahwa enam hingga tujuh negara lain akan bergabung dengan Perjanjian Abraham meski tanpa adanya negara Palestina.
Cohon berkomentar demikian setelah AS secara resmi menetapkan Arab Saudi sebagai sekutu utama non-NATO.
Dalam pertemuan dengan Bin Salman di Gedung Putih, Trump mengumumkan bahwa penunjukan ini akan meningkatkan kerja sama militer antara kedua negara. Dia menekankan bahwa kemitraan pertahanan yang telah terjalin selama lebih dari 80 tahun antara Washington dan Riyadh akan memperkuat pencegahan di seluruh Timur Tengah.
Trump juga menyebutkan bahwa jet tempur F-35 yang akan dipasok ke Arab Saudi mirip dengan yang dimiliki Israel, dan bahwa hubungan AS-Saudi sedang dalam kondisi terbaiknya. (mm/alalam)