Washington, LiputanIslam.com – Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, AS, menyatakan pihaknya ingin bergerak maju menuju normalisasi hubungan dengan Israel dan membangun “solusi dua negara”. Dia juga berjanji akan meningkatkan investasi negaranya di AS menjadi $1 triliun dalam kunjungan pertamanya ke Washington dalam tujuh tahun.
“Kami ingin menjadi bagian dari Kesepakatan Abraham. Namun kami juga ingin memastikan bahwa jalan menuju solusi dua negara didefinisikan dengan jelas,” kata bin Salman di Ruang Oval setelah sambutan hangat dari Presiden AS Donald Trump, Selasa (18/11).
Dia juga mengaku telah melakukan “diskusi konstruktif” mengenai masalah ini dengan Trump. “Kami akan mengupayakan hal ini untuk memastikan bahwa kondisi yang tepat diciptakan sesegera mungkin untuk mencapai tujuan ini,” ujarnya.
Presiden AS sangat mementingkan penguatan hubungan dengan Arab Saudi yang kaya minyak, terutama dalam upayanya untuk mengubah gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza menjadi perdamaian regional yang permanen. Namun, langkah awal menuju normalisasi hubungan Saudi-Israel dengan imbalan jaminan keamanan dan energi ditangguhkan menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2013, dan perang Israel yang menghancurkan di Gaza.
Trump memulai pertemuan di Gedung Putih dengan memuji catatan HAM Bin Salman yang disebutnya “luar biasa”. Dia juga menyinggung pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018, dengan mengatakan, “Banyak hal telah terjadi,” dan menyebut Khashoggi sebagai sosok yang “sangat kontroversial.”
Trump juga mengecam seorang jurnalis perempuan, dan menuduhnya “mempermalukan” Bin Salman dengan pertanyaan-pertanyaannya tentang pembunuhan tersebut, yang menurut laporan intelijen AS telah disetujui oleh Bin Salman, namun Trump malah menyebutnya “tidak tahu apa-apa tentang hal itu.”
Bin Salman sendiri menanggapi dengan mengatakan bahwa pembunuhan dan mutilasi Khashoggi di dalam konsulat Saudi di Istanbul, Turki, merupakan “kesalahan besar”, dan bahwa masalah tersebut menjadi fokus penyelidikan menyeluruh. “Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan hal itu tidak akan pernah terjadi lagi,” pungkasnya. (mm/raialyoum)