Beirut, LiputanIslam.com – Dalam pidato peringatan satu tahun gugurnya mantan pejabat hubungan media Hizbullah, Mohammad Afif, Sekjen gerakan perlawanan Islam Lebanon ini, Syeikh Naim Qassem, pada hari Senin (17/11) menegaskan bahwa Lebanon menghadapi agresi serius dengan implikasi luas, yang harus dihadapi melalui segala cara diplomatik dan politik.
Syeikh Qassem menekankan bahwa apa yang terjadi saat ini bukan sekadar kegagalan dalam melaksanakan gencatan senjata, melainkan agresi terang-terangan yang bertujuan untuk mengendalikan Lebanon dan melucuti seluruh kekuatannya. Dia mengingatkan pemerintah Lebanon ihwal tanggung jawabnya untuk mengembangkan program-program guna menghadapi agresi tersebut, dan menekankan bahwa duduk persoalannya adalah agresi itu sendiri, bukan perlawanan.
“Kami adalah bagian dari pemerintah, dan negara tidak akan menerima intervensi apa pun terhadap Lebanon,” tuturnya, sembari menyebut pengerahan pasukan di selatan Sungai Litani, deklarasi penerimaan negosiasi, dan pengesahan ketentuan dokumen Barak sebagai konsesi.
“Kami adalah mitra di negara ini, dan kami memiliki hak bicara, dan kami mendapat dukungan dari sebagian besar rakyat Lebanon dan elemen-elemen sekutu,” sambungnya.
Sekjen Hizbullah menyebut peran AS di Lebanon sebagai “perwalian” dan “bahaya yang sangat serius dan tidak menguntungkan stabilitas Lebanon.” “Amerika bukanlah mediator, melainkan sponsor agresi,” tegasnya.
Dia menambahkan, “Israel mengatakan bahwa pengeboman itu terjadi setelah koordinasi dengan AS, dan ini mereka cari, sehingga mereka menggunakannya dalam kerangka peran AS.”
Mengenai tujuan AS di Lebanon, Syeikh Qassem menyatakan, “Ada campur tangan asing, khususnya AS, yang bertujuan memicu perselisihan internal dan mengubah keseimbangan kekuatan internal.” Dia menuduh AS berada di balik kejatuhan mata uang, kebangkrutan bank, kerusakan ekonomi, dan gangguan eksplorasi dan ekstraksi minyak.
Dia juga menanggapi kunjungan delegasi Departemen Keuangan AS ke Beirut belakangan ini, dengan mengatakan bahwa kunjungan ttu bertujuan “memberikan tekanan finansial kepada Hizbullah dan seluruh warga negara Lebanon.” Dia menasihati pemerintah, gubernur Bank Sentral Lebanon, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk “menghentikan langkah-langkah yang menekan rakyat Lebanon.” (mm/raialyoum)