Gaza, LiputanIslam.com – Lebih dari 10 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, terluka akibat serangan pesawat nirawak Israel yang dilakukan dengan menjatuhkan dua bom di dekat sebuah sekolah dan sebuah tempat penampungan di lingkungan al-Daraj, Kota Gaza, Senin (17/11).
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Pesawat nirawak tersebut menjatuhkan sebuah bom di gerbang sekolah dan satu lagi di sebuah tenda di dalam tempat penampungan di belakangnya, melukai lebih dari 10 warga sipil, termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia.”
Bassal menambahkan bahwa semua korban luka telah dibawa ke Rumah Sakit Nasional Arab untuk perawatan, dan mencatat bahwa salah satu anak yang terluka berada dalam kondisi kritis.
Dia juga menekankan bahwa sekolah dan tempat penampungan tersebut berada di area yang dianggap aman, bukan di dalam “zona merah atau kuning”, sehingga berarti bahwa warga sipil berada di tempat yang seharusnya terlindungi dan aman.
Serangan tersebut merupakan pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel, yang mulai berlaku pada 10 Oktober.
Laporan-laporan sebelumnya dari pemerintah, faksi, dan lembaga hak asasi manusia menyatakan Israel telah melakukan puluhan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata. Beberapa pelanggarannya telah menggugurkan 266 warga Palestina dan melukai 635 lainnya sejak 11 Oktober, menurut pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu oleh Kementerian Kesehatan Gaza. (mm/raialyoum)