Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa musuh negara ini sangat menyadari tidak dapat mengalahkan Iran melalui agresi militer. Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Amir Hatami, menegaskan pihaknya tidak menyia-nyiakan waktu sedetik pun dalam pengembangan kemampuan pertahanan mereka, dan upaya terus digalakkan demi meningkatkan kekuatan militer Republik Islam Iran.
Menurut jaringan berita Al-Alam, konspirasi musuh terhadap Iran tidak akan mengenal batas, dan mereka menggunakan segala cara untuk melemahkan negara ini. Karena itu, sebagaimana dinyatakan Presiden Pezeshkian, musuh sepenuhnya menyadari bahwa mereka tidak dapat mengalahkan Iran melalui serangan militer, sehingga berupaya memicu masalah ekonomi dan ketidakstabilan di berbagai sektor untuk menciptakan ketidakpuasan dan menunggangi keadaan.
Dalam pertemuannya dengan Dewan Strategis Kementerian Pertahanan, Pezeshkian memuji Angkatan Bersenjata Iran, dan menyatakan bahwa berkat peran Kementerian Pertahanan, Angkatan Bersenjata Iran dapat secara efektif menyatukan dan memperkuat kapabilitas berbagai sektor di seluruh negeri.
Angkatan Bersenjata tidak menyia-nyiakan waktu dalam mengembangkan kapabilitas pertahanan mereka, sebagaimana ditegaskan oleh Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, yang menjelaskan bahwa upaya terus dilakukan dan dengan tekun untuk meningkatkan elemen-elemen kekuatan yang bermanfaat bagi Angkatan Bersenjata dan Republik Islam Iran.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran BidangHukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa entitas Zionis, yang secara ilegal memiliki senjata nuklir, dan Amerika Serikat, yang sedang mengembangkan persenjataan nuklirnya sendiri, merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional. Dia menyebut agresi Zionis-Amerika terhadap Iran sebagai contoh ancaman tersebut.
Gharibabadi menuntut tanggung jawab komunitas internasional untuk memenuhi kewajibannya, dan menyatakan bahwa agresi ini tidak akan terbatas pada Iran saja, melainkan dapat meluas ke negara-negara lain di masa mendatang. (mm/alalam)