AlQuds, LiputanIslam.com – Media Israel pada Senin malam (4/11) melaporkan bahwa lembaga keamanan Israel sedang mempersiapkan kemungkinan eskalasi skala besar di front Lebanon, mengingat apa yang disebut Tel Aviv sebagai “pertumbuhan pesat” kemampuan Hizbullah di Lebanon.
Badan penyiaran Israel Kan menyatakan bahwa Hizbullah dalam beberapa pekan terakhir berupaya membangun kembali dan mengembangkan infrastruktur militernya di wilayah-wilayah yang dikuasainya di utara Sungai Litani, serta di sekitar Beirut, dengan tujuan mempersulit misi tentara Israel dalam konfrontasi di masa mendatang.
Kan mengutip pernyataan pejabat Israel bahwa pemerintah Lebanon menunjukkan ketidakmampuan yang jelas untuk mengatasi akumulasi militer ini, sehingga “mengharuskan Israel menanggapi pelanggaran yang sedang berlangsung.”
Sumber itu menambahkan bahwa Israel sejauh ini menahan diri untuk tidak melakukan serangan di Beirut, meskipun memantau aktivitas yang dianggap pihak militer sebagai “pelanggaran perjanjian”, dan bahwa “tidak ada tempat yang aman jika pelanggaran terus berlanjut.”
Kan melaporkan apa yang diklaimnya sebagai keadaan frustrasi di dalam Hizbullah akibat serangan Israel yang terus-menerus dan berulang di Lebanon tanpa pembalasan. Dijelaskan bahwa ketidakpuasan ini terkonsentrasi di tingkat lapangan dan dapat mendorong beberapa kelompok untuk melakukan operasi tanpa perintah langsung dari pimpinan.
Disebutkan bahwa Sekjen Hizbullah, Naim Qassem, masih lebih memilih untuk menahan diri dan melimpahkan tanggungjawab kepada pemerintah Lebanon untuk menanggapi serangan Israel, mengingat bahwa setiap konfrontasi terbuka pada tahap ini “dapat menguntungkan kepentingan Israel dalam melemahkan Hizbullah, yang masih berusaha membangun kembali kemampuannya setelah perang.” (mm/raiayoum)