Beirut, LiputanIslam.com – Tentara Lebanon memobilisasi pasukannya di kota Mays al-Jabal di distrik Marjeyoun, Lebanon selatan, menyusul pergerakan militer Israel di dekat perbatasan.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) pada hari Minggu (2/11) melaporkan, “Tentara Israel memobilisasi pasukannya di wilayah pendudukan di seberang permukiman Kroum al-Marah di sebelah timur Mays al-Jabal, yang mendorong tentara Lebanon untuk juga memobilisasi dan mengerahkan kendaraan serta tentaranya ke wilayah tersebut untuk sementara waktu, hingga tentara Israel mundur.”
Perkembangan ini terjadi beberapa hari setelah Presiden Lebanon Joseph Aoun, untuk pertama kalinya, mengeluarkan perintah kepada tentara Kamis lalu agae menghadapi setiap serangan militer Israel ke wilayah Lebanon yang telah dibebaskan di bagian selatan negara ini, menurut pernyataan dari kepresidenan.
Arahan tersebut dikeluarkan setelah pasukan Israel menyusup ke Lebanon selatan dan membunuh seorang pegawai pemerintah kota di dalam gedung pemerintah kota Blida, dalam serangan yang disebut-sebut “belum pernah terjadi sebelumnya” sejak perjanjian gencatan senjata dengan Israel.
Selama berminggu-minggu, ketegangan meningkat di Lebanon selatan. Tentara Israel mengintensifkan serangan udara hampir setiap hari di wilayah Lebanon meskipun ada perjanjian gencatan senjata.
Pada hari Jumat, Perusahaan Penyiaran Israel melaporkan bahwa Tel Aviv sedang mempertimbangkan peningkatan operasi militernya di Lebanon, dan mengklaim hal itu sebagai tanggapan atas upaya Hizbullah untuk meningkatkan kemampuannya.
Perjanjian tersebut menyudahi serangan Israel terhadap Lebanon yang dimulai pada Oktober 2023 dan meningkat menjadi perang skala penuh pada September 2024, hingga menewaskan lebih dari 4.000 orang dan mencederai sekitar 17.000 lainnya.
Israel melanggar perjanjian tersebut, yang mulai berlaku pada November 2024, sebanyak lebih dari 4.500 kali hingga menjatuhkan ratusan korban gugur dan luka.
Sementara itu, pada hari Minggu ratusan orang berpartisipasi dalam prosesi pemakaman lima anggota Hizbullah yang gugur akibat dua serangan udara Israel di distrik Nabatieh di Lebanon selatan pada Sabtu malam.
Kantor Berita Nasional Lebanon, NNA, melaporkan, “Hizbullah dan penduduk Nabatieh berduka atas Mohammad Jawad Jaber, Abdullah Kahil, Mohammad Kahil, dan Hadi Hamed, yang gugur dalam serangan udara Israel di kota Kfar Remman.”
NNA menambahkan bahwa pemakaman tersebut juga mencakup “Hassan Hamed Ghayth, yang gugur dalam serangan udara Israel terhadap pengendara motor di kota Shoukin di distrik Nabatieh (Jumat). Sebuah upacara peringatan khusus digelar untuk kelima martir di pintu masuk utara kota Nabatieh di mana mereka disambut oleh kerumunan warga yang meneriakkan yel-yel ‘mampus Israel.’”
Anggota Parlemen Ali Fayyad, anggota blok parlemen Hizbullah, dalam orasi pada proses itu menegaskan, “Rakyat kami tidak akan melepaskan hak mereka atas tanah, kedaulatan, dan keamanan mereka, dan juga tidak akan melepaskan hak mereka untuk membela diri.” (mm/raialyoum)