Sanaa, LiputanIslam.com – Petinggi Biro Politik Ansarullah Yaman, Mohammed al-Bukhaiti, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menanggapi sengit segala bentuk agresi Israel, dan menekankan pengutamaan konfrontasi langsung dengan Israel karena memperkuat persatuan bangsa Yaman dan lebih murah daripada perang saudara.
Al-Bukhaiti dalam postingannya di platform X menambahkan, “Selama dua dekade terakhir, kita telah menderita kerugian besar akibat keberhasilan Avichai Adraee (juru bicara militer Israel) menyesatkan banyak orang dengan kebohongan bahwa Syiah lebih berbahaya daripada Yahudi.” Dia juga menegaskan, “Solusi yang melindungi bangsa dari perselisihan internal dan menyatukannya adalah konfrontasi langsung dengan musuh.”
Ditujukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, al-Bukhaiti menegaskan: “Kami tidak mengenal ‘pempertahanan hak membalas pada waktu dan tempat yang tepat’; melainkan, mengetahui firman Allah SWT: ‘Siapa yang menyerang kamu, seranglah setimpal dengan serangannya terhadapmu.'” (QS. Al-Baqarah [2]: 194)
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menyebut Houthi (Ansarulllah) sebagai “salah satu ancaman terbesar terhadap Israel”, dan berjanji untuk “melakukan apa pun yang diperlukan demi memusnahkan ancaman ini”
Al-Bukhaiti juga menyatakan, “Jika kami terpaksa terlibat dalam konfrontasi langsung putaran ketiga dengan entitas Zionis, maka apa yang kami minta dari saudara-saudara Arab kami selama tahap ini bukanlah berjuang bersama kami, melainkan setidaknya belajar dari paham Yaman tentang makna iman kepada Tuhan, kejantanan, harga diri, martabat, kehormatan, kesabaran, kesetiaan, pengorbanan, dan keberanian.” (mm/alalam/tasnim)