Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Ini Dia Sosok Bengis Pelaku Genosida di Kota El Fasher Sudan

Published 31/10/2025 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Khartoum, LiputanIslam.com –   Beberapa video viral dan menghebohkan telah memicu kontroversi luas setelah seorang pria berjulukan Abu Lulu, yang diyakini sebagai anggota Pasukan Dukungan Cepat (RSF), terlihat berpartisipasi dalam pembantaian orang-orang tak bersenjata di El Fasher, Sudan barat.

Pria itu muncul dalam beberapa video yang beredar selama akhir pekan, mendokumentasikan pemandangan mengerikan di dalam dan sekitar kota El Fasher, yang dilanda bentrokan sengit antara tentara Sudan dan RSF dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Russia Today, nama asli pria itu adalah Al-Fatih Abdullah Idris, dan ia dikenal dengan julukan Abu Lulu. Ia berpangkat Brigjen di RSF dan terkait erat dengan pembantaian di El Fasher di Darfur Utara, tempat ia melakukan eksekusi singkat dan mendokumentasikannya dengan rekaman audio dan video.

Abu Lulu mengaku membunuh lebih dari 2.000 orang di El Fasher, setelah sebelumnya mengaku telah membunuh 900 orang dalam siaran langsung di TikTok. Dia bertugas di RSF selama bertahun-tahun, berpartisipasi dalam operasi di kota Al-Jili dan Al-Fula sebelum pindah ke El Fasher, di mana dia secara pribadi memimpin pasukan yang menyerbu kota dan melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil.

Meskipun sering muncul mengenakan seragam RSF dan bersama para komandan milisi senior, belakangan dia membantah berafiliasi dengan kelompok tersebut, dan mengaku sebagai “seorang warga negara yang merespon tentara.”

Dalam sebuah video viral, Abu Lulu terlihat berdiri di antara mayat-mayat yang berserakan, berbicara kepada seorang pria terluka di tanah dan mengancamnya sebelum menembaknya dengan senapan otomatis.

Dalam video lain, ia muncul bersama beberapa kombatan RSF yang bersenjata senapan serbu AK-47, saat mereka mengepung setidaknya sembilan tahanan tak bersenjata. Setelah berbicara kepada mereka, dengan darah dingin dia menembak mereka di tengah sorak-sorai  para kombatan di sekitarnya.

Dalam adegan ketiga, dia muncul bersama pria-pria bersenjata lainnya dengan puluhan mayat di belakang mereka, beberapa mengenakan seragam RSF. Salah satu dari mereka mengenakan lencana melingkar berbingkai hitam, senada dengan lambang pasukan paramiliter tersebut.

Pada Agustus lalu RSF mengumumkan bahwa pihaknya telah membuka penyelidikan atas tuduhan terhadap Abu Lulu, dan menegaskan, “Jika terbukti pelakunya adalah salah satu anggota kami, maka dia akan segera dimintai pertanggungjawaban tanpa penundaan.”

Bersamaan dengan ini, laporan dari Universitas Yale mengungkap citra satelit terbaru yang menunjukkan “gugusan besar” yang tampak seperti tubuh manusia di jalanan El Fasher, beserta jejak yang kemungkinan besar berupa darah, dan oleh para peneliti dianggap sebagai bukti eksekusi massal.

Michael Jones, seorang analis di Royal United Services Institute (RUSI), mengonfirmasi bahwa RSF memiliki sejarah panjang pembantaian etnis dan pembalasan karena strukturnya yang terdesentralisasi, yang mencakup campuran milisi bayaran, sekutu lokal, dan oportunis ekonomi.

Dia menambahkan bahwa beberapa kekerasan terjadi di luar wewenang komando pusat, dan para pelaku berusaha membalas dendam atau merampas tanah dan properti dalam tindakan pembersihan etnis.

El Fasher adalah pusat kota besar terakhir di Darfur yang berada di bawah kendali pemerintah sebelum jatuh ke tangan RSF, yang telah menyatakan niat mereka untuk membentuk pemerintahan paralel di sana.

Kedua belah pihak telah dituduh melakukan kejahatan perang, dan di hari-hari terakhir pemerintahan Presiden Joe Biden, AS menegaskan bahwa RSF telah melakukan aksi genosida. (mm/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account