AlQuds, LiputanIslam.com – Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), mengumumkan pihaknya telah menembak jatuh pesawat nirawak Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, dan memperoleh informasi intelijen berharga yang digunakan dalam operasinya terhadap target-target Israel.
Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan singkat yang disertai dengan sebuah video dan sebuah pernyataan yang dikaitkan dengan seorang komandan lapangan Brigade Al-Quds di Tepi Barat, yang dipublikasikan pada hari Rabu (29/10) di kanal Telegramnya.
Brigade Al-Quds menyajikan rekaman yang mereka klaim berasal dari operasi untuk “menghalangi pandangan” yang dilakukan oleh “para pejuang Brigade Al-Quds di Tepi Barat,” dan mencakup sebagian informasi yang diekstraksi dari pesawat nirawak musuh yang beroperasi di angkasa kota-kota Tepi Barat.
Video tersebut menampilkan gambar sebuah drone dan rekaman pembongkaran serta pengambilan memori elektroniknya, serta video yang tampaknya direkam oleh drone itu sendiri, yang menunjukkan posisi militer Israel, meskipun lokasinya tidak disebutkan.
Dalam video tersebut, seorang komandan lapangan Brigade Al-Quds mengatakan: “Sejak awal pertempuran BadaiAl-Aqsa (7 Oktober 2023), pimpinan Brigade Al-Quds di Tepi Barat menginstruksikan rekan-rekan pejuang kami untuk memulai Operasi ‘Membutakan Penglihatan’, yang menyasar mata dan drone musuh di seluruh kota Tepi Barat.”
Dia menambahkan, “Mujahidin kami berhasil menghadapi drone musuh angkasa wilayah kegubernuran Tepi Barat dengan daya tembak yang memadai dan memperkenalkan senjata baru ke medan perang.”
Dia menjelaskan, “Aparat intelijen Brigade Al-Quds di Tepi Barat berhasil mendapatkan informasi berharga dari pergerakan tersebut, termasuk koordinat pusat komando dan kendali musuh serta konsentrasi pasukan, serta beberapa posisi dan informasi baru yang belum dapat diungkapkan pada tahap ini.”
Dia melanjutkan, “Pengambilan informasi ini berdampak signifikan terhadap medan operasi seluruh formasi Brigade Al-Quds di Tepi Barat, hingga menjurus pada pelaksanaan beberapa operasi militer terhadap posisi musuh, pos pemeriksaan, dan pos militer, atau penanaman alat peledak di sepanjang rute kendaraan militer.” Dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang lokasi, waktu, atau hasil dari operasi tersebut. (mm/raialyoum)