Teheran, LiputanIslam.com – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk benar-benar mewakili hak semua bangsa, dan mengutuk agresi AS dan Israel serta pelanggaran berulang keduanya terhadap hukum internasional.
Pada momen peringatan 80 tahun berdirinya PBB, Senin (27/10), Baghaei menyatakan bahwa menjaga perdamaian dan keamanan internasional, di samping mengembangkan hubungan persahabatan yang didasarkan pada penghormatan terhadap prinsip kesetaraan hak, dan hak menentukan nasib sendiri, telah ditetapkan sebagai tujuan utama PBB.
Baghaei menyesalkan bahwa sejak awal, prinsip-prinsip PBB telah menjadi sasaran “pelanggaran, interpretasi sewenang-wenang, dan penyalahgunaan berulang” oleh kekuatan-kekuatan yang tidak mampu membebaskan diri dari “pola pikir kolonial dan delusi superioritas.”
Dia mengingatkan kondisi lanskap global saat ini, yang dirusak oleh perang tanpa akhir, ketidakadilan yang meluas, dan martabat manusia yang menjadi tumbal keserakahan dan rasisme.
Baghaei juga mengecam “unilateralisme militan” AS dan sekutunya, yang telah menjerumuskan dunia ke dalam ketidakamanan dan kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Tidak diragukan lagi, AS dan beberapa sekutunya adalah pelanggar terbesar prinsip dan tujuan Piagam PBB,” ujarnya.
Baghaei menegaskan bahwa genosida di wilayah Palestina pendudukan dan serangan militer rezim Israel terhadap beberapa negara, merupakan aksi teror, dan pendudukan atas tanah berdaulat, yang semuanya dilakukan dengan “dukungan penuh dan keterlibatan” AS dan beberapa pemerintah Eropa, sehingga menciptakan suasana “impunitas absolut”.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam “tindakan provokatif dan ancaman berkelanjutan” AS terhadap Venezuela, Kuba, Kolombia, Nikaragua, Brasil, dan negara-negara lain di Karibia dan Amerika Latin, dan menyebutnya menyalahi perdamaian dan keamanan internasional.
Mengenai agresi AS-Israel terhadap Iran pada bulan Juni, Baghaei menyoroti faktor mengapa Iran harus meminta pertanggungjawaban komunitas internasional dan PBB.
“Negara kami diserang oleh rezim Zionis dan AS tanpa alasan apa pun. Dalam ujian ini, PBB gagal bertindak efektif,” tegasnya.
Dia menyebutkan bahwa Dewan Keamanan, “karena pengaruh AS, tidak dapat mengeluarkan pernyataan singkat sekalipun yang mengutuk agresi ini.”(mm/presstv)