Gaza, LiputanIslam.com – Pembatasan Israel terhadap masuknya alat berat melumpuhkan upaya Kota Gaza untuk membersihkan puing-puing dan membangun kembali infrastruktur penting, karena diperkirakan ada puluhan puluhan ribu ton bom Israel belum meledak sehingga mengancam nyawa warga di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Dalam konferensi pers, Ahad (26/10), Wali Kota Gaza Yahya al-Sarraj mengatakan kota ini membutuhkan setidaknya 250 kendaraan berat dan 1.000 ton semen untuk memelihara jaringan air dan membangun sumur.
Setidaknya 9.000 warga Palestina masih terkubur di bawah reruntuhan. Namun, peralatan baru tersebut diprioritaskan untuk menemukan jenazah tawanan Israel, alih-alih membantu warga Palestina menemukan keluarga mereka yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan kendaraan Palang Merah tiba setelah pertemuan dengan sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, untuk memandu mereka ke lokasi seorang tawanan Israel di Rafah selatan.
Seorang juru bicara pemerintah Israel mengatakan bahwa untuk mencari jenazah para tawanan, tim Palang Merah dan Mesir telah diizinkan melewati “garis kuning” gencatan senjata, yang memungkinkan Israel mempertahankan kendali atas 58 persen wilayah yang terblokade itu.
Israel menghabiskan waktu dua minggu untuk bersikeras bahwa Hamas mengetahui lokasi semua jenazah para tawanan.
Rekonstruksi di Gaza menghadapi kendala lebih lanjut dari persenjataan yang belum meledak. Nicholas Torbet, direktur Timur Tengah di HALO Trust di Inggris, mengatakan bahwa Gaza “pada dasarnya adalah satu kota raksasa” yang setiap bagiannya telah terkena bahan peledak.
“Beberapa amunisi dirancang untuk bertahan, tetapi yang kami khawatirkan di Gaza adalah persenjataan yang diperkirakan akan meledak saat terkena dampak tetapi tidak meledak,” ujarnya.
Torbet mengatakan pembersihan bahan peledak memperlambat proses rekonstruksi. Timnya berencana untuk bekerja langsung di dalam komunitas untuk membersihkan bom dengan aman daripada menandai area yang luas tanpa batas waktu. “Cara terbaik untuk membuang bom adalah dengan menggunakan sedikit bahan peledak untuk meledakkannya,” jelasnya.
Torbet menambahkan bahwa peralatan yang dibutuhkan relatif sederhana dan dapat diangkut dengan kendaraan kecil atau manual, dan kemajuan mulai terlihat.
Skala bahan peledak yang dijatuhkan Israel telah membuat Gaza dipenuhi sisa-sisa bahan peledak yang mematikan.
Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Palestina, mengatakan bahwa Israel menjatuhkan setidaknya 200.000 ton bahan peledak di wilayah tersebut, dengan sekitar 70.000 ton gagal meledak. (mm/aljazeera)