Teheran, LiputanIslam.com – Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigjen Reza Talaei-Nik, menyebut industri rudal negaranya sebagai “orsinil, canggih, berbasis pengetahuan” dan termasuk yang terbaik di dunia.
Kepada wartawan pada hari Senin (20/10), Talaei-Nik mengatakan pengalaman industri rudal Iran juga dapat menjadi model untuk menetralkan sanksi di bidang lain.
“Iran telah berhasil mencapai kekuatan rudal tingkat tinggi meskipun sanksi telah dijatuhkan selama lebih dari 40 tahun dengan menetralkannya,” ungkapnya.
Dia menekankan bahwa fitur utama industri rudal telah menciptakan “keunggulan ofensif strategis bagi kekuatan pertahanan bangsa Iran.”
Mengenai Perang 12 Hari yang dipaksakan Israel-AS terhadap Iran pada bulan Juni 2025, Talaei-Nik mengatakan kekuatan rudal ofensif Iran telah memberikan pukulan telak bagi musuh.
Pada 13 Juni, Israel melancarkan perang terhadap Iran hingga menggugurkan sejumlah komandan militer berpangkat tinggi, ilmuwan nuklir, dan warga sipil biasa.
Lebih dari seminggu kemudian, AS melibatkan diri dalam perang dengan mengebom tiga lokasi nuklir Iran, sebuah pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balik dengan menggempur lokasi-lokasi strategis di wilayah pendudukan serta pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer AS terbesar di Asia Barat.
Pada 24 Juni, Iran akhirnya berhasil menghentikan perang melalui operasi balasannya terhadap rezim Israel.
Wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Fadavi, mengatakan rezim Israel menderita kekalahan telak dan frustasi dalam serangan langsungnya terhadap Iran.
Dia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump memasuki medan perang untuk mengatasi frustasi itu dan memulihkan moral rezim Israel yang telah hilang.
“Tidak seperti serangan tidak langsung yang biasa, kali ini AS secara langsung menyerang Iran dan mengungkapkan tujuannya sebelum serangan,” ujar Fadavi. Namun, dia juga menekankan bahwa Iran telah memberikan pukulan berat kepada musuh dan menimbulkan kekalahan padanya. (mm/presstv)