London, LiputanIslam.com – Mahmoud Taha, pejabat hubungan media Hamas, menegaskan bahwa “baik Trump, maupun pemerintah AS, maupun pihak mana pun di dunia, tidak bisa melucuti senjata kubu perlawanan,” dan bahwa Hamas akan tetap mempertahankan senjatanya hingga pembebasan seluruh wilayah Palestina.
Berikut ini adalah petikan pernyataan Mahmoud Taha dalam wawancara dengan al-Alam yang berbasis di Teheran, ibu kota Iran, Senin (13/10);
Ini merupakan hari bersejarah bagi bangsa Palestina, yang telah mampu bertahan solid dan resisten di Jalur Gaza. Maka kami mengucapkan selamat kepada para pejuang perlawanan dan rakyat Palestina yang teguh bertahan di negerinya.
Kaum Zionis tak mencapai tujuannya meskipun sudah berjalan dua tahun pembantaian, genosida dan penghancuran skala masif di Gaza yang dilakukan oleh buronan dan penjahat perang Netanyahu dan pemerintahan fasisnya. Rakyat dan kubu perlawanan meraih keberhasilan besar ini. Tanpa ketahanan rakyat dan keteguhan kubu perlawanan, kita tidak akan mencapai momen historis ini.
Kami juga berterima kasih kepada segenap pihak yang mendukung kami dalam melawan agresi yang berkelanjutan terhadap bangsa kami itu; mulai dari dukungan Republik Islam Iran hingga Yaman nan tangguh dan kubu perlawanan di Lebanon, tepatnya Hizbullah, serta semua pihak yang menyokong kami dalam peperangan melawan agresi.
Kami di gerakan Hamas dan berbagai faksi perlawanan Palestina lainnya telah berulang kali menegaskan, dan kami tegaskan lagi sekarang bahwa pihak yang berkuasa di Gaza adalah orang Palestina sendiri. Pihak yang mengelola Gaza adalah orang Palestina sendiri. Temanya adalah Palestina, dan karena itu, kami tentu menolak campur tangan (eksternal) terhadap urusan Palestina. Kami lebih mengetahui urusan kami sendiri dan sanggup mengelola Jalur Gaza.
Tak masalah bagi kami jika terbentuk pemerintahan demokratis yang tak melibatkan Hamas, ataupun ada suatu komisi pengelola Gaza, tapi pihak yang mengelola Jalur Gaza secara total adalah orang Palestina sendiri. Kami menolak intervensi pihak asing manapun untuk pengelolaan Jalur Gaza pada fase ini, dan ini merupakan perkara yang bisa dicapai bagi kami.
Trump, pemerintah AS, dan pihak manapun di dunia tak dapat memreteli senjata kubu perlawanan, termasuk Hamas. Selama dua tahun agresi yang dilakukan secara kontinyu oleh pemerintah AS, Zionis, beberapa negara Barat, dan sejumlah negara Arab, mereka semua tak dapat melucuti senjata kubu perlawanan. Kami menegaskan bahwa senjata tetap ada di tangan kami sampai Palestina terbebas sepenuhnya dari cengkraman Zionis. (mm/alalam)