Teheran, LiputanIslam.com – Masyarakat di Teheran dan berbagai kota dan daerah lain di Iran menggelar unjuk rasa akbar peduli Palestina untuk menandai solidaritas mereka dengan Gaza dan menuntut pengiriman segera bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terblokade tersebut.
Lautan massa di Teheran berpartisipasi dalam pawai Basharat-e Nasr (kabar kemenangan) usai salat Jumat (10/10). Mereka bergerak dari Universitas Teheran ke Lapangan Azadi sembari membawa bendera Iran dan Palestina, serta poster para syuhada komandan perlawanan.
Para demonstran terdiri atas berbagai elemen masyarakat, termasuk ulama, mahasiswa, keluarga korban perang, dan anak-anak. Banyak yang membawa plakat bertuliskan “Tidak untuk kompromi, ya untuk perlawanan” dan “Bangsa-bangsa telah bangun.”
Yel-yel seperti “Palestina akan menang” dan “Gaza tidak sendirian” membahana di sepanjang Jalan Enghelab. Aksi unjuk rasa serupa dilaporkan di kota-kota lain, termasuk Tabriz, Ahvaz, Shiraz, Bandar Abbas, Isfahan, dan Gorgan.
Penyelenggara menyebut acara itu sebagai wujud persatuan dengan rakyat Palestina dan pejuang perlawanan terhadap kekuatan global yang telah mendukung rezim Israel selama perang genosida di Gaza.
Kelompok-kelompok budaya dan mahasiswa menampilkan lagu-lagu revolusioner di sepanjang rute dan membagikan pernyataan yang menyerukan diakhirinya perang di Gaza. Perempuan dan anak-anak tampak hadir, banyak yang mengenakan syal Palestina dan membawa spanduk.
Komunike yang dikeluarkan selama demonstrasi di Teheran tersebut menekankan hak-hak Palestina berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani di Mesir dan mulai berlaku pada hari yang sama.
“Kami, para peserta gerakan nasional dan populer ini, seraya menekankan hak-hak sah rakyat Palestina, percaya bahwa perjanjian Sharm el-Sheikh harus disertai dengan penarikan segera dan menyeluruh pasukan pendudukan dari daerah berpenduduk dan seluruh Jalur Gaza, fasilitasi dan segerakan pengiriman bantuan kemanusiaan, dan dimulainya pembangunan kembali rumah sakit, rumah, dan infrastruktur yang hancur,” bunyi komunike tersebut.
Bagian lain dari pernyataan tersebut menegaskan bahwa mendukung perjuangan Palestina melawan pendudukan dan apartheid merupakan kewajiban universal, dan bahwa keputusan tentang masa depan Palestina harus sepenuhnya berada di tangan rakyat dan kelompok-kelompok perlawanannya. (mm/presstv)