Teheran, LiputanIslam.com – Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan masyarakat internasional untuk tetap waspada terhadap “tipu daya dan pelanggaran komitmen” Israel, menyusul pengumuman perjanjian gencatan senjata di Gaza.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (9/10), kementerian tersebut menegaskan kembali dukungan Iran kepada segala inisiatif yang bertujuan untuk mengakhiri perang genosida di Gaza, memastikan penarikan pasukan pendudukan, memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan, membebaskan tawanan Palestina, dan memulihkan hak-hak dasar rakyat Palestina.
Kementerian Luar Negeri Iran menyinggung upaya diplomatik Iran selama dua tahun terakhir melalui jalur regional, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menekan Israel dan para pendukungnya agar menghentikan genosida dan menarik pasukan pendudukan dari Gaza.
Kementerian itu menekankan tanggung jawab masyarakat internasional untuk mencegah rezim pendudukan melanggar komitmennya dan menyerukan semua pihak untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap tipu daya dan itikad buruk rezim Zionis.
“Mengakhiri kejahatan dan genosida di Gaza tidak membebaskan negara dan badan-badan internasional yang kompeten dari tanggung jawab hukum, kemanusiaan, dan etika bersama mereka untuk menegakkan keadilan dengan mengidentifikasi dan mengadili para komandan dan pelaku kejahatan perang, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza, dengan tujuan mengakhiri impunitas rezim Zionis selama puluhan tahun,” ungkap Kementerian Luar Negeri Iran.
Sementara itu, Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, berkomentar bahwa perkembangan tersebut dapat menandakan implikasi regional yang lebih luas.
“Awal gencatan senjata di Gaza mungkin berada di balik layar berakhirnya gencatan senjata di tempat lain,” tulisnya di X sembari menggunakan tagar #Irak, #Yaman, dan #Lebanon. (mm/presstv)