Gaza, LiputanIslam.com – Pasukan pendudukan Israel terus melancarkan pemboman intensif di berbagai wilayah di Jalur Gaza, hingga mengakibatkan puluhan orang gugur dan luka-luka pada hari Rabu (8/10).
Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan jumlah syuhada sejak pecahnya perang dua tahun lalu bertambah menjadi lebih dari 67.000 orang.
Sumber medis melaporkan peningkatan intensitas pemboman di beberapa wilayah di Jalur Gaza, di mana pesawat Israel menyerang bangunan tempat tinggal di kota Khan Yunis di Jalur Gaza selatan.
Kompleks Medis Nasser mengonfirmasi gugurnya seorang warga Palestina dan terlukanya beberapa orang lainnya yang sedang mencari bantuan di dekat pusat distribusi di utara kota Rafah.
Rumah Sakit Al-Awda melaporkan gugurnya seorang warga dalam serangan artileri yang menyasar wilayah Wadi Gaza, sebelah utara kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah.
Di Kota Gaza, warga menemukan jenazah seorang syahid dari permukiman Al-Nasr setelah menjadi sasaran serangan pesawat nirawak Israel saat ia sedang memeriksa rumahnya. Jenazah tersebut tidak dapat ditemukan selama berhari-hari karena intensitas penembakan. Beberapa korban lainnya masih berada di daerah yang sama.
Di permukiman Al-Sabra, sebelah selatan kota, pasukan pendudukan menghancurkan rumah-rumah setelah meledakkan empat kendaraan militer bermuatan bahan peledak di permukiman, hingga menyebabkan kerusakan luas pada bangunan dan fasilitas umum.
230 Serangan Udara
Kantor Media Pemerintah di Gaza menyatakan bahwa sejak dini hari Sabtu lalu, pasukan pendudukan melancarkan lebih dari 230 serangan udara dan artileri di wilayah padat penduduk sipil dan pengungsi, hingga menggugurkan 118 orang, termasuk perempuan dan anak-anak serta 72 orang di Kota Gaza.
Kantor tersebut menambahkan bahwa Israel “terus melakukan pembantaian nyata terhadap warga sipil,” dan bahwa agresi yang sedang berlangsung “mengabaikan seruan gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan tanggapan positif yang ditawarkan terhadap usulan tersebut.”
Kantor tersebut mendesak masyarakat internasional dan pemerintah AS untuk mengambil tindakan segera dan efektif guna menghentikan agresi dan memberlakukan gencatan senjata yang sesungguhnya.
Kementerian Kesehatan di Gaza, dalam pernyataannya pada hari Rabu, menyebutkan bahwa 10 warga Palestina gugur dan 61 lainnya luka-luka dalam 24 jam terakhir. Hal ini menjadikan total korban agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 menjadi 67.183 orang syahid dan 169.841 orang luka-luka.
Kementerian itu juga menyatakan bahwa sejumlah korban masih tertimbun reruntuhan bangunan atau di jalanan akibat sulitnya akses ambulan dan tim pertahanan sipil akibat pengeboman yang terus berlanjut.
Kementerian Kesehatan Gaza menambahkan bahwa jumlah korban gugur yang tercatat sejak 18 Maret telah mencapai 13.588 orang dan 57.800 orang luka-luka, sementara jumlah korban gugur saat berupaya mendapatkan bantuan kemanusiaan bertambah menjadi 2.613 orang, dan lebih dari 19.000 korban luka. (mm/aljazeera)