AlQuds, LiputanIslam.com – Media berbahasa Ibrani Israel melaporkan bahwa terdapat kekuatiran yang meluas di Israel terkait kemungkinan bentrokan pasukan Israel dengan armada lain yang sedang berlayar menuju Jalur Gaza untuk menerobos blokade.
Channel 13 pada Selasa malam (7/10) melaporkan bahwa tentara Israel sedang bersiap menundukkan “armada kapal” lain yang bergerak menuju Gaza dan membawa puluhan aktivis dari Turki.
Saluran tersebut mengonfirmasi adanya kekuatiran akan terjadinya bentrokan kekerasan dan upaya mengulangi insiden Mavi Marmara tahun 2010, yang menewaskan 10 warga negara Turki dan melukai 56 lainnya.
Channel 13 di situs webnya menyebutkan bahwa dinas keamanan Israel sedang mempersiapkan skenario kompleks untuk kendali Israel atas Global Sumud Flotilla (GSF), yang datang dari Italia menuju Jalur Gaza.
Disebutkan bahwa dibandingkan dengan armada sebelumnya, yang diikuti Greta Thunberg, pasukan keamanan Israel memperkirakan bahwa bentrokan kali ini mungkin lebih kompleks, dan bahwa pasukan ini waspada terhadap potensi konfrontasi apa pun.
Rabu malam lalu, otoritas Israel menyita 42 kapal milik GSF saat mereka berlayar di perairan internasional dalam misi kemanusiaan ke Gaza. Mereka menangkap ratusan aktivis internasional di atas kapal, sebelum mengumumkan dimulainya deportasi mereka pada hari Jumat.
GSF menganggap eskalasi Israel tersebut sebagai “kejahatan perang”.
Ini adalah pertama kalinya puluhan kapal berlayar bersama menuju Gaza, rumah bagi sekitar 2,4 juta warga Palestina, dalam upaya kolektif untuk mematahkan blokade Israel yang sudah berlangsung selama 18 tahun terhadap Jalur Gaza.
Dengan dukungan AS, Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak 8 Oktober 2023, menewaskan 67.160 orang dan melukai 169.679 orang, yang sebagian besarnya anak-anak dan perempuan, serta menyebabkan kelaparan yang telah merenggut nyawa 460 warga Palestina, termasuk 154 anak-anak. (mm/raialyoum)