Teheran, LiputanIslam.com – Kementerian Luar Negeri mengutuk agresi rezim Israel terhadap Global Sumud Flotilla (GSF), armada internasional yang berupaya menerobos blokade Israel terhadap Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (2/10), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei menyebut agresi itu sebagai “pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan tindakan terorisme.”
Dia memuji upaya kemanusiaan para aktivis GSF dan kelompok akar rumput yang berasal dari berbagai negara, dengan mengatakan bahwa mereka telah “berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Palestina dan berusaha untuk mematahkan blokade yang kejam.”
Sebelumnya, beberapa kapal GSF dicegat oleh Angkatan Laut Israel saat mereka mendekati pesisir Jalur Gaza.
Sejumlah aktivis yang tidak diketahui jumlahnya ditangkap dan komunikasi kapal-kapal tersebut dengan dunia luar diblokir sebagai upaya untuk mencegah para peserta penyiaran langsung kekejaman tersebut.
Agresi Israel terjadi di tengah genosida rezim Zionis Israel di Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 hingga sekarang, dan memanfaatkan blokade sebagai cara untuk memaksimalkan penderitaan dan korban jiwa.
Baghaei menyatakan bahwa pembersihan etnis dan pembantaian warga sipil tak berdosa yang sedang berlangsung di Gaza menyoroti tanggung jawab hukum, moral, dan kemanusiaan semua pemerintah untuk menghentikan genosida dan menuntut pertanggungjawaban para pelaku.
Hamas Puji GSF
Tokoh Hamas, Izzat al-Rishq, memuji keberanian para peserta GSF, dan menganggap mereka telah membawa pesan rakyat bebas dunia dan kemanusiaan ke Gaza.
Rishq mengutuk apa yang ia sebut sebagai “pembajakan, penindasan, dan penangkapan aktivis oleh musuh,” dan menekankan bahwa praktik demikian tidak akan mematahkan semangat mereka yang bersolidaritas dengan rakyat Palestina.
Dia juga memuji solidaritas internasional yang semakin kuat dengan para aktivis, dan menganggapnya sebagai perwujudan “hadirnya hati nurani yang hidup dan dukungan dunia bebas bagi rakyat kami yang terblokade.”
Netanyahu Puji Pencegatan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji Angkatan Laut Israel atas keberhasilan mereka mencegat GSF, yang para aktivisnya kini sedang dipersiapkan Israel untuk dideportasi ke Eropa.
“Saya memuji para prajurit dan perwira Angkatan Laut yang menjalankan misi mereka selama Yom Kippur dengan tingkat profesionalisme dan efisiensi tertinggi,” ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
“Upaya penting mereka telah mencegah puluhan kapal memasuki zona pertempuran dan menggagalkan upaya untuk mendelegitimasi Israel,” tambahnya.
Dalam operasi yang berlangsung sekitar 12 jam, lebih dari 400 aktivis di atas 41 kapal armada tersebut ditahan, menurut seorang pejabat Israel.
Di akhir operasi, “lebih dari 400 peserta dipindahkan dengan selamat ke pelabuhan Ashdod, tempat mereka diinterogasi oleh polisi Israel,” ungkap sumber Israel tersebut.
GSF berlayar pada awal September dari Spanyol dengan sekitar 45 kapal yang membawa ratusan aktivis pro-Palestina dari lebih dari 40 negara, membawa susu formula bayi, makanan, dan bantuan medis. Para penanggung jawab armada tersebut menekankan bahwa mereka sedang menjalankan “misi damai dan tanpa kekerasan.” (mm/alalam/ry)