Gaza, LiputanIslam.com – Serangan Israel menggugurkan beberapa anak dan warga sipil lainnya ketika rumah-rumah yang menampung warga terlantar digempur di Jalur Gaza di tengah kegagalan komunitas internasional untuk menghentikan aksi genosida Israel yang didukung AS.
Serangan udara dan tembakan Israel pada Kamis pagi (25/9) menggugurkan sedikitnya 16 warga Palestina di Gaza, termasuk anak-anak, dan melukai banyak lainnya, menurut laporan Pusat Informasi Palestina.
Serangan paling mematikan menghantam rumah keluarga Abu Dahrouj di daerah al-Zawaida, Gaza tengah, yang menampung warga terlantar, menggugurkan 11 orang dan menyebabkan beberapa lainnya terjebak di bawah reruntuhan.
Menurut layanan darurat, beberapa anak termasuk di antara korban yang jenazahnya dibawa ke rumah sakit terdekat.
Di Khan Yunis, empat orang gugur akibat serangan udara Israel terhadap rumah keluarga Wadi di dekat rumah sakit lapangan Yordania, sementara seorang warga sipil lainnya gugur oleh serangan drone di Bani Suhaila.
Serangan tambahan menjatuhkan korban luka di kamp pengungsi Nuseirat, tempat rumah keluarga Qatrawi dibom, dan di lingkungan al-Tuffah di Kota Gaza, tempat rumah keluarga Abdel Aal di Jalan Yafa terkena serangan.
Perang genosida yang dikobarkan Israel di Jalur Gaza sejauh ini telah menggugurkan sedikitnya 65.419 warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah kaum perempuan dan anak-anak, sementara ribuan lainnya diduga terkubur di bawah bangunan yang hancur.
Sementara itu, Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, pada hari Kamis mengumumkan para pejuangnya telah menyerang dua buldoser militer D9 Israel dengan rudal Al-Yassin 105 pada 22 September, di timur laut permukiman Sheikh Radwan di pusat Kota Gaza.
Dalam operasi lain, Brigade Qassam menyatakan bahwa ledakan ranjau darat terhadap sebuah jip militer Israel milik unit Musta’ribeen di dekat Persimpangan Bahloul di permukiman Sheikh Radwan, telah menewaskan semua orang di dalamnya pada Selasa lalu. (mm/presstv/almayadeen)