Sanaa, LiputanIslam.com – Israel melancarkan serangan di Sanaa, ibu kota Yaman pada hari Kamis (25/9), menurut media yang berafiliasi dengan Ansarullah dan Menteri Pertahanan Israel, sehari setelah serangan drone Yaman menjatuhkan puluhan korban luka di pihak Israel di kota Eilat di ujung selatan Palestina pendudukan.
Serangan Israel tersebut menggugurkan 8 warga sipil dan melukai 142 lainnya, menurut pengumuman terbaru dari Kementerian Kesehatan Yaman kubu Ansarullah.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian, Anis al-Asbahi, di akun X-nya menyatakan, “Sejumlah korban sipil telah berjatuhan: dua orang gugur syahid dan 48 orang luka-luka, menurut jumlah korban awal.” Dia menambahkan, “Pertahanan Sipil, ambulans, dan tim penyelamat sedang mencari orang hilang.”
Saluran TV Al-Masirah yang berafiliasi dengan Ansar Allah melaporkan, mengutip seorang sumber di Dinas Keamanan dan Intelijen, bahwa “agresi Israel di Sanaa menyasar salah satu fasilitas lembaga pemasyarakatan (penjara) milik dinas tersebut, yang menampung sejumlah tahanan.”
Sebelumnya, saluran tersebut melaporkan “agresi Israel menargetkan ibu kota, Sanaa,” bertepatan dengan pengumuman dimulainya siaran pidato mingguan pemimpin Ansarullah, Sayyid Abdul Malik al-Houthi.
Seorang koresponden AFP di Sanaa melaporkan terdengar ledakan dan terlihat kepulan asap dari tiga lokasi berbeda.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, mengklaim bahwa tentara Israel telah menargetkan posisi-posisi Houthi (Ansarullah) di Sanaa.
Katz di akun X miliknya menyatakan, “Kami telah melancarkan serangan dahsyat terhadap beberapa target di Sanaa.”
Militer Israel dalam sebuah pernyataan di Telegram mengklaim bahwa target yang dibomnya termasuk “markas Staf Umum Houthi, markas besar milik dinas keamanan dan intelijen rezim, markas besar hubungan masyarakat militer Houthi, dan kamp-kamp tempat senjata dan personel militer rezim Houthi di wilayah Sanaa.”
Pernyataan itu menambahkan bahwa kamp-kamp yang dibom tersebut digunakan oleh Ansarullah “untuk menyimpan senjata dan merencanakan serta melaksanakan serangan teroris terhadap Israel.”
Militer Israel mengumumkan pada hari Rabu bahwa sebuah pesawat nirawak yang diluncurkan dari Yaman menghantam kota pesisir Eilat hingga melukai puluhan orang. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lantas berjanji akan memberikan tanggapan keras. Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, militer Israel mengancam akan melancarkan “operasi ofensif dalam waktu dekat” terhadap Ansarullah. (mm/ry/alamayadeen)