TelAviv, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan tentara pendudukan untuk menghancurkan Kota Gaza “hingga ke akar-akarnya”.
Tentang hal itu, dalam tajuk rencana surat kabar Israel Haaretz berjudul “Rampasan Properti Israel Mencakup Penghapusan Gaza dari Muka Bumi,” pada hari Jumat (19/9) menyebutkan bahwa ratusan tentara Israel telah tewas, bersama dengan puluhan ribu warga sipil Palestina, dalam konteks apa yang disebutnya sebagai rencana mengubah Gaza menjadi proyek perumahan bagi petugas polisi Israel.
Haaretz menilai rencana tersebut sejalan dengan gagasan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, yang telah menyerukan pembongkaran Jalur Gaza, sementara rencana lebih luas yang diungkap oleh Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menyerukan pengubahan Gaza menjadi “perampasan properti”, dan dalam masalah ini Smotrich juga berbicara tentang negosiasi yang sedang berlangsung dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Haaretz menyebutkan Netanyahu belum menyatakan keberatan apa pun terhadap pernyataan Smotrich, mengingat adanya kesenjangan retorika resmi pemerintah tentang “penghancuran Hamas” dan “pemulangan sandera” dengan ambisi ekonomi kolonial yang disebarkan di balik layar.
Haaretz menekankan bahwa Jalur Gaza adalah wilayah Palestina yang dihuni oleh lebih dari dua juta orang, yang sebagian besar adalah pengungsi tahun 1948 dan keturunan mereka.
Surat kabar ini juga memperingatkan bahwa rencana apa pun untuk menduduki dan membersihkan Jalur Gaza “merupakan kejahatan internasional yang tidak memiliki tempat di dunia modern.” (mm/raialyoum)