Paris, LiputanIslam.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaku telah memberi tahu Presiden Palestina Mahmoud Abbas melalui panggilan telepon mengenai niatnya mengakui “Negara Palestina” Senin depan.
Macron dalam sebuah postingan yang dipublikasikan di platform “X” pada hari Jumat (19/9) menjelaskan bahwa dia berdiskusi dengan Abbas mengenai situasi kemanusiaan yang mendesak di wilayah Palestina, termasuk Jalur Gaza.
Dia mengaku bermaksud mengumumkan pengakuan Negara Palestina dalam kunjungannya di New York sebagai bagian dari rencana perdamaian.
Presiden Prancis menambahkan bahwa dia kembali menyampaikan kepada Abbas tuntutan negaranya untuk melakukan reformasi di dalam Otoritas Palestina guna memastikan stabilitas negara di masa depan.
Menurut Macron, Presiden Palestina menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan reformasi ini.
Macron mengatakan bahwa negaranya akan terus mendukung lembaga-lembaga Palestina di jalur ini dan akan berupaya memastikan pelaksanaan komitmen yang bertujuan untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan.
Portugal juga akan secara resmi mengakui Negara Palestina. Kementerian Luar Negeri Portugal pada hari Jumat mengumumkan bahwa negara ini akan secara resmi mengumumkan pengakuan itu pada hari Minggu depan, menjelang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana sekitar 10 negara lain dijadwalkan untuk mengikutinya.
Kementerian tersebut mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs webnya bahwa “Portugal akan mengakui Negara Palestina… dan pengakuan resmi ini akan diumumkan pada Minggu, 21 September.”
Upaya Pembakaran Kedubes Israel
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel pada hari Jumat mengumumkan bahwa sebuah upaya pembobolan dan pembakaran telah terjadi di lobi kedutaan besarnya di Den Haag, Belanda.
Dalam pernyataan singkatnya, kementerian tersebut mengatakan, “Sebuah upaya pembobolan dan pembakaran terjadi di lobi kedutaan besar Israel di Den Haag, di mana polisi setempat berhasil menangkap pelakunya.”
Kementerian Luar Negeri Israel tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang motif pelaku serta tingkat kerusakan, dan tidak ada pula laporan korban luka.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di beberapa ibu kota negara-negara Eropa terkait perang genosida Israel di Gaza yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun. (mm/raialyoum)