Beirut, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Syeikh Naim Qassem, memastikan Israel pada akhirnya akan jatuh di depan ketangguhan para pejuang perlawanan.
Syeikh Naim Qassem menyatakan demikian dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (17/9), bertepatan dengan peringatan satu tahun ledakan pager dan walkie-talkie mematikan yang dilakukan Israel di Lebanon.
Dia memuji para korban ledakan dan ketangguhan mereka dalam mengatasi luka-luka yang mereka derita.
“Musuh, Israel, ingin menetralisir kekuatan kalian dan ingin menyingkirkan kalian dari pertempuran, (namun) kalian kembali memasukinya dengan kekuatan dan energi yang lebih besar,” pujinya.
Dia menekankan bahwa para pejuang perlawananlah yang akan menjadi pemenang.
“Ketahuilah bahwa Israel akan jatuh, mengingat wataknya sebagai rezim okupasi, penindas, penjahat, dan agresor, serta fakta bahwa para pejuang perlawanan terus melawannya hingga pembebasan,” tegasnya.
Setidaknya 39 orang, termasuk dua anak-anak, gugur, dan lebih dari 3.400 orang lainnya menderita luka-luka dalam peristiwa serangan pager pada 18 dan 19 September 2024. Korban jiwa termasuk banyak anggota Hizbullah.
Ledakan tersebut melumpuhkan banyak korban, sebagian besar dengan cedera mata dan anggota badan.
Kekejaman itu terjadi sebagai bagian dari agresi mematikan rezim terhadap Lebanon, yang menewaskan setidaknya 3.130 warga Lebanon sebelum berakhir pada November 2024 setelah gencatan senjata dicapai. (mm/presstv)