Teheran, LiputanIslam.com – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi, menyatakan kepuasannya atas peningkatan daya tangkal (deterensi) pertahanan Iran, dan menekankan bahwa kesiapan tempur telah mencegah musuh melancarkan serangan baru terhadap negara republik Islam ini.
“Kesiapan pertahanan dan tempur kami telah mencapai tahap yang mencegah musuh melakukan kesalahan perhitungan, termasuk niat untuk melancarkan invasi baru ke negara kita,” ujar Mousavi saat mengunjungi markas taktis Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Teheran, Rabu (17/9).
Dia memuji kesiapan komprehensif Angkatan Bersenjata Iran untuk secara gigih mempertahankan kemerdekaan, keamanan, dan integritas wilayah negara, serta menghadapi semua potensi ancaman dan bahaya.
Mousavi juga mengapresiasi kewaspadaan dan kebijaksanaan dan pengalaman bersejarah Angkatan Bersenjata, khususnya perang 1980-88 yang dipaksakan oleh diktator Irak saat itu, Saddam Hussein, dan perang 12 hari Israel-AS pada bulan Juni 2025.
Dia menyebut peningkatan kapasitas pertahanan dan militer di berbagai bidang sebagai strategi yang tak terelakkan, dan menekankan bahwa strategi ini memastikan keamanan berkelanjutan dan memperkuat kemampuan daya deterensi Iran terhadap segala bentuk agresi.
Pada 13 Juni, rezim Israel melancarkan agresi terhadap Iran hingga menggugurkan banyak komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, Iran melancarkan serangan balik dengan rentetan rudal dan drone, dan menindaklanjutinya dengan serangkaian operasi bersandi “True Promise III” (Janji Nyata III).
AS kemudian melibatkan diri dalam perang ini demi membela Israel pada 22 Juni dengan mengebom tiga situs nuklir Iran dan dengan begitu AS secara terbuka melanggar hukum internasional.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, pangkalan udara militer AS terbesar di Asia Barat.
Rezim Israel kemudian terpaksa menerima kesepakatan gencatan senjata secara sepihak pada 24 Juni. (mm/presstv)