Gaza, LiputanIslam.com – Pasukan pendudukan Israel melanjutkan perang genosidanya di Jalur Gaza, dengan fokus menargetkan Kota Gaza sebagai bagian dari rencananya untuk menduduki kota ini dan menggusur penduduknya.
Koresponden Al-Mayadeen melaporkan 106 orang gugur akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak Selasa dini hari (16/9). Pesawat Israel menyerang lantai atas Rumah Sakit Anak Al-Rantisi di lingkungan Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza, dan kota ini diserang habis-habisan.
Dilaporkan pula bahwa bahwa satu orang gugur dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan Israel terhadap sekelompok orang di dekat Menara Al-Shifa. Dua orang juga tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan pasukan pendudukan terhadap sebuah rumah di dekat Lapangan Al-Shuhada di kamp pengungsi Al-Shati di kota tersebut.
Beberapa korban luka jatuh ketika pasukan pendudukan menyerang sebuah rumah di dekat Masjid Bilal bin Rabah di lingkungan Al-Zeitoun di Kota Gaza.
Sejumlah orang juga gugur dan beberapa lainnya terluka ketika sebuah kendaraan yang membawa pengungsi menuju selatan dari Jalur Gaza menjadi sasaran. Seorang perempuan gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan pasukan pendudukan terhadap sebuah rumah di sebelah timur Deir al-Balah di Jalur Gaza bagian tengah.
Terkait rencana Israel menduduki Kota Gaza, Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa lebih dari satu juta warga Palestina masih bertahan di kota tersebut dan wilayah utara.
Kantor itu juga menyatakan pihaknya telah memantau peningkatan pengungsian paksa dari Kota Gaza ke selatan akibat kebrutal an pasukan pendudukan.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan peluncuran serangan darat ke Kota Gaza, dengan menyatakan bahwa serangan tersebut “akan dimulai secara bertahap,” sementara tentara Israel telah mengebom gedung-gedung tinggi di kota tersebut selama berhari-hari dan meningkatkan serangan udaranya. (mm/almayadeen)