Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin baru pemerintah Yaman kubu Ansarullah, Mohammad Ahmad Miftah, berjanji untuk terus memerangi Israel dalam sebuah rapat akbar di Sanaa, Jumat (12/9), setelah pendahulunya gugur dalam serangan udara Israel di Yaman pada akhir Agustus.
Sejak dimulainya perang di Gaza, Ansarullah yang didukung Iran gigih melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel dan kapal-kapal dagang yang terkait dengan Israel di lepas pantai Yaman, dengan alasan bahwa serangan ini dilakukan untuk mendukung Palestina.
Sebagai tanggapan, Israel telah melancarkan serangkaian serangan mematikan di Yaman, yang menyasar pelabuhan, pembangkit listrik, dan Bandara Internasional Sanaa.
Pada tanggal 28 Agustus, Perdana Menteri Yaman Ahmad Ghaleb al-Rahwi, sembilan menteri, dan dua pejabat lain gugur dalam serangan udara Israel yang menyasar pertemuan para pejabat di Sanaa.
Ahmad Miftah berorasi di depan ribuan peserta demo akbar, seperti yang biasa mereka lakukan setiap Jumat, di ibu kota Sanaa. Sebuah spanduk besar terpajang di belakangnya dengan gambar para menteri dan pejabat yang gugur akibat serangan Israel.
Dia, yang mengumumkan pengangkatan dirinya sebagai penjabat perdana menteri pada akhir bulan lalu, mengatakan, “Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk berada di jalur ini, memiliki para pemimpin yang gugur dan seluruh pemerintahan yang menjadi sasaran dalam perjalanan menuju Al-Quds (Yerusalem), insya Allah.”
Dia menambahkan, “Kami mengapresiasi peningkatan operasi militer oleh pasukan kami. Ditujukan kepada penduduk Gaza, dia juga mengatakan, “Kami bersama kalian dan tidak akan meninggalkan kalian, Insya Allah, sebesar apapun pengorbanannya.”
Para demonstran mengangkat poster foto pemimpin besar mereka, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, dan meneriakkan slogan-slogan mengutuk Israel dan AS.
Hal ini terjadi setelah Israel pada hari Rabu mengklaim telah menyerang “target militer” milik Ansarullah di Sanaa dan Kegubernuran Al-Jawf (utara). Serangan ini menggugurkan 46 orang dan melukai 165 lainnya, menurut data terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Yaman.
Beberapa jam kemudian, tentara Israel pada hari Kamis mengaku telah mencegat sebuah rudal yang ditembakkan dari Yaman.
Ansarullah menguasai sebagian besar wilayah Yaman yang dilanda perang sejak 2014, termasuk Sanaa, tempat mereka mendirikan lembaga-lembaga politik mereka. (mm/raialyoum)